oleh

Hari Kebebasan Pers Sedunia di Muara Enim Tercoreng, Oknum Kades Ancam Wartawan

MUARA ENIM, WARTAINSPIRASI.COM


Di Hari Kebebasan Pers Dunia yang jatuh pada 3 Mei tercoreng, pasalnya salah satu wartawan media www.sumseljarrakpos.com (Grup dari JarrakPos.com) dapatkan ancaman dan intimidasi dari Oknum kades terkait pemberitaan yang pernah dibuatnya.

Tindakan pengancaman tersebut, di tenggarai di duga adanya oknum kades tersebut melakukan penyunatan terhadap dana BLT DD bagi warga desanya. Selasa, (4/5/2021).

Marsidi salah satu wartawan dari Media Grup JarrakPos.com tersebut saat di konfirmasi membenarkan adanya terkait tindakan pengancaman dari salah satu oknum kepala Desa tersebut di kecamatan Belida Darat berinisial H, yang diduga melakukan penyunatan dana BLT DD bagi warga desanya di muat dalam pemberitaan www.sumsel.jarrakpos.com.

” Ya benar ancaman itu sangat mengerikan, akan membunuh (mencincang) anak istri dan membelah kepala wartawan, dan aku masih ada rekamanya melalui dari oknum kades tersebut,” Ujar Marsidi melalui telpon singkatnya.

Terpisah Pemimpin Redaksi Sumseljarrakpos.com, Muhamad Nasir, menjelaskan bahwa ancaman yang disampaikan kepada wartawanya cukup mengerikan dari mendengar rekamannya rasanya seperti diteror.

“Ada kata-kata akan mencincang anak istri. Akan menyuruh orang membelah kepala wartawan kami,” jelas Nasir.

Telepon ancaman itu pun diterima wartawan kami pada Sabtu (1/5) pukul 02.00. Waktu yang mungkin kurang etis untuk berteleponan. “Karenanya, wartawan kami pun, hanya mengiyakan dan tidak banyak komentar,” tambah Nasir

Ancaman yang disampaikan oknum Kades berinisial H tersebut melalui via telepon, dilaporkan ke Polsek Lembak. Saat itu diterima oleh petugas yang piket dan disarankan untuk melapor kembali pada Senin (3/5).

Pada Senin (3/5), ketika melapor ke Polsek Lembak, oleh Aipda Surmiyadi dinyatakan bahwa untuk kasus pengancaman melalui HP, termasuk pelanggaran UU ITE. Apalagi, pengancaman itu juga terkait pemberitaan di media online.

Karena itu, wartawan diarahkan melapor ke Polres Muaraenim. “Kanit sudah koordinasi dengan pihak Polres Muaraenim, dan untuk kasus ini disarahkan melapor ke Polres Muaraenim,” katanya.

Sementara itu Ketua PWI Sumsel Dr (Cand) Fairdaus Komar, M.si menyayangkan masih adanya aksi pengacaman dan kekerasan terhadap wartawan terkait pemberitaan. Padahal, ada mekanisme  hak jawab untuk mengklarifikasi berita yang disiarkan media massa kalau merasa tidak puas atau ada sesuatu yang tidak sesai dengan apa yang ada.

“Kalaupun ada hal yang perlu diluruskan, masyarakat bisa menempuh mekanisme hak jawab dengan menghubungi redaksi,” ujarnya.

Terkait pengancaman,  menurut Firdaus, sudah tepat langkah yang dilakukan oleh wartawan yang mendapat ancaman. “Karena kita tidak bisa tahu apa yang terjadi setelah ancaman itu.  Dilaporkan ke polisi, kalau ternyata memang ancaman itu menjadi kenyataan, maka sudah ada benang merahnya,” tambah Firdaus.

Wartawan pun, juga harus profesional. “berusaha menataati kode etik. Melakukan cek dan ricek, membuat berita berimbang dan mengkonfirmasi kepada pihak-pihak yang diberitakan,” ujarnya.

Sebagai organisasi wartawan, Firdaus menyatakan akan merespon kasus ini sesuai mekanisme yang ada. “Untuk penanganan proses hukumnya, kita percayakan kepada polisi,” tambahnya.

PWI Sumsel juga akan mengkordinasikan persoalan ini dengan LBH Pers yang ada di PWI Sumsel, Mulyadi, SH, koordinator LBH Pers PWI Sumsel menyayangkan adanya pengancaman kepada wartawan terkait informasi yang diberitakan.

“Masyarakat bisa menggunakan hak jawab kalau ada berita yang terkait dirinya dan dirasa kurang pas,”  ujarnya.

Untuk proses hukum pengancaman ini, menurut Mulyadi, silakan gunakan jalur dan mekanisme yang ada.

Shofuan Yusfiansyah, SH pengacara yang juga mantan aktivis LBH Palembang menyayangkan masih adanya ancaman kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan.

“Dalam bentuk apapun, ancaman dan intimidasi terhadap wartawan tidak ditolerir. Karena, wartawan adalah bagian dari sivil society. Kehidupan bermasyarakat  dan demokrasi membutuhkan kehadiran wartawan. Ancaman dan intimidasi wartawan harus diminimalisasi,” ujarnya.

Sementara itu Oknum Kades berinisial H saat di konfirmasi media ini melalui sambungan telponnya 0853 66XX XXXX sampai berita ini di turunkan tidak membalas pesan tersebut dan wartawan ini masih berupaya mencari informasi kebenarannya tersebut. (RI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed