oleh

Bupati Lahat Apresiasi MPIG Sosialisasi Geografis Kopi Robusta

LAHAT, WARTAINSPIRASI.COM — Bupati Lahat Cik Ujang SH mengapresiasi masyarakat peduli indikasi geografis (MPIG) Kabupaten Lahat, yang perhatian terhadap komunitas Kopi dan telah terlaksana sosialisasi indikasi Geografis Kopi Robusta Lahat.

“Memang perlu terobosan untuk bisa meningkatkan produksi Kopi di Kabupaten Lahat yang tujuannya meningkatkan penghasilan para petani kopi,” ujar Cik Ujang saat membuka Sosialisasi Indikasi Geografis Kopi Robusta di Gedung Pertemuan Pemkab Lahat, pada Selasa (29/06/2021) kemarin.

Tidak cukup sampai disitu saja, dikatakan Bupati Lahat, untuk menghasilkan kopi yang harga jual mahal perlu dijaga kualitas kopi, kebiasaan yang terjadi saat musim kopi ditengah masyarakat tidak sama rata antara buah kopi yang merah, kuning dan Hijau, semuanya diambil, padahal petik merah itulah yang harganya mahal.

“Kalau jual kopi ingin mahal, jagalah kualitasnya, jangan petiknya asalnya, jemurnya sekaligus giling diatas aspal, namun yakin apaiila kita jaga benar-benar kualitas kopi, pasti dibeli mahal,” pesan Cik Ujang dalam kata sambutannya, kemarin.

Tidak dipungkiri, dijelaskan Cik Ujang, Kabupaten Lahat ini sedikit tertinggal dari Kabupaten tetangga seperti Kota Pagaralam dan Empat Lawang dimana kopinya telah memiliki Indikasi Geografis (IG).

“Namun tidak ada kata terlambat utnuk hal ini dan perlu kita Apresiasi MPIG (masyarakat peduli indikasi geografis) Jurai Tue Kopi Robusta Lahat yang sudah berusaha memajukan kopi Lahat,” urainya lugas.

Maka dari itu, Bupati Lahat menilai sudah selayaknya Lahat ini memiliki komunitas unggulan, apa lagi Kabupaten Lahat merupakan Kabupaten Tertua setelah Palembang sehingga ia berharap berharap seluruh stokholder terkait untuk mendukung peningkatan kualitas Kopi.

“Kopi berdampak baik kepada tubuh kita baik untuk kesehatan, apa lagi kopi petik merah yang benar-benar dijaga kualitasnya, sangatlah baik untuk tubuh kita,” terang Bupati Lahat.

Ketua MPIG Jurai Tue Kopi Robusta Lahat, Hasnul Basri mengatakan, peserta sosialisasi ini dari Dinas Pertanian Lahat 3 Orang, petani 3 orang di masing-masing Kecamatan dan narasumber sosialisasi Indikasi Geografis Kopi Robusta dari Direktorat Merek Kemenkumham.

“Sedangkan, untuk sumber anggaran dalam kegiatan sosialisasi dikeluarkan dari dana CSR Bukit Asam dan dibantu oleh Dinas Pertanian dan Pemkab Lahat,” pungkas Hasnul Basri. (Din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed