oleh

Program Santunan Kematian Terancam Mandek, Sekda : Masyarakat Harap Bersabar

MUARA ENIM, WARTAINSPIRASI.COM — Program asuransi santunan kematian di Kabupaten Muara Enim bakalan terancam mandek pada tahun 2021. Kabar kurang baik tersebut terungkap saat Pj Sekda Muara Enim Drs Emran Thabari di konfirmasi media ini pada jumat kemarin (red) usai menggelar rapat bersama di ruang rapat offroom Sriwijaya. Minggu, (11/7/2021).

” Ya, memang per 30 Juni ini, kontraknya perusahaan asuransi bersama Pemkab Muara Enim sudah habis dan harus di lelang kembali, jadi kepada masyarakat terutama yang tertimpa musibah meninggal dunia untuk harap dapat bersabar ingin mengajukan permohonan santunan kematian ,” ujar Pj Sekda Muara Enim Drs H Emran Thabrani kepada media ini.

Lanjutnya, menurut Emran program Asuransi Kematian tersebut adalah program Bupati dan Wakil Bupati periode 2018 – 2023 dengan visi dan misinya ” Merakyat (Muara Enim Untuk Rakyat Yang Agamis, Berdaya Saing, Mandiri, Sehat dan Sejahtera,” Namun, mulai ditemui kendala terutama dalam hal pencairan karena harus di lelang dan ada pemenangnya.

Selain itu, sebelum dilelang, kendalanya harus ada data kependudukan Kabupaten Muara Enim yang valid untuk dasar menentukan besaran dana yang akan dianggarkan dalam dilelang tersebut.

” Kita sedang mencari pola dan masalah data sebab masih banyak penduduk yang belum memiliki NIK, Jadi kita sinkronkan dahulu data kita dengan Capil Muara Enim,” jelasnya.

Lebih jauh Emran mengatakan, pada dasarnya Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim dahulu hakekatnya ingin memberikan bantuan santunan kematian bagi masyarakat Muara Enim yang mendapat musibah dengan menggunakan jasa asuransi untuk dasar hukumnya.

” Namun, di tengah jalan banyak di temukan kendala terutama masyarakat yang komplain akibat keterlambatan pembanyaran asuransi kematian dan sebagainya, ” Terangnya.

Kedepan, sambungnya Emran, Pemkab Muara Enim berencana akan mengubah dari sebelumnya asuransi kematian menjadi santunan kematian, yang akan dikelola sendiri oleh Pemkab Muara Enim melalui OPD Saat ini, juga meminta kepada seluruh Camat untuk mendata kembali kependudukannya sehingga mendekati kevalidan yang kemudian akan disikronkan dengan data dari Capil Muara Enim.

“Ya, mau tidak mau, suka tidak suka, Camat harus mendata kembali, tahun 2021 ini, karena ini telah dianggarkan kita harus melelangkan kembali,” Tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinsos Kabupaten Muara Enim Drs Bhakti MSi, membenarkan jika kontrak dengan perusahaan asuransi yang mengelola program asuransi kematian telah habis per tanggal 30 Juni 2021.

Dengan habis masa kontrak tersebut, maka pihaknya otomatis tidak bisa membayarkan uang asuransi kematian untuk penduduk Kabupaten Muara Enim sampai ada pemenang lelang kembali.

” Saat ini, pemkab Muara Enim sedang mengupayakan pendataan kependudukan secepatnya sebagai dasar untuk melelangnya, jika sudah ada pemenangnya barulah asuransi kematian tersebut bisa dibayarkan, jadi kepada masyarakat Muara Enim untuk bersabar, doakan saja dalam waktu dekat pendataan selesai dilakukan dan bisa dilelangkan kembali ,” Bebernya.

Masih dikatakan Bhakti, kedepan pihaknya sangat setuju program asuransi kematian dirubah menjadi santunan kematian yang dikelola oleh Pemda sendiri sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat atas keterlambatan pembayaran akibat keterlambatan asuransi yang membayarnya.

” Kita bisa contoh Pemkab Mura, mereka sudah lima tahun, melaksanakan program seperti ini,” Pungkasnya. (Deri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed