oleh

Kegiatan BBI Suku Tiga Diduga Pemborosan Anggaran

WARTAINSPIRASI.COM, KAUR – Pembangunan Balai Benih Ikan (BBI) yang di Desa Suku tiga Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kaur melalui bidang perikanan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kaur berharap akan membawa dampak positif kedepannya.

Tentunya dengan adanya BBI akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat seperti bagaimana pembenihan ikan yang baik, cara membuat pakan ikan dan menguji pakan serta penyakit ikan. Di BBI ini tersedia laboratorium. Dan pelatihan untuk anak sekolah dalam melaksanakan magang selain itu BBI dapat mengembangkan ikan lokal seperti Nila dan Lele, Mas dan Patin, bilamana kondisi perikanan tangkap saat menurun tangkapnya. Maka di BBI dapat menggantikan ikan tangkapan kedepannya.

Namun saat Pandemi ini informasi di dapat BBI di Suku Tiga tidak berjalan normal bahkan pendapatan sangat menurun drastis, penjualan bibit yang tersedia hanya ikan Nila dan produksi hanya beberapa kolam, sedangkan untuk kolam indukan juga tidak produksi .juga pemasaran benihnya juga sangat menurun satu tahun hanya sekitar 100 ribu bibit terjual itupun penjualan subsidi dan kabar yang didapat karyawan honor pengurus budi daya dan penjaga sebanyak 5 orang dan juga tinggal di Mes BBI, kabar didapat pembayaran Tagihan listrik di Mes penjaga bayar sendiri.

Kepala UPTD BBI Suku Tiga, Mardani SP, saat di sambangi di Kantor DKP, Senin (20/09/21) kepada media mengatakan, “menurunnya pendapatan BBI beberapa tahun ini ia katakan di sebab kan karena ada nya pandemi Covid-19, dan dukungan dari pihak Pemerintahan sangat minim serta beberapa kendala lainnya, misalnya kekurangan pasokan air pada aliran ke kolam, sebab air yang di dapat hanya mengandalkan saluran irigasi persawahan warga jadi itu lah faktor yang saat ini menjadi masalah,” ujar Mardani.

Saat di tanya berapa besaran biaya pendukung sarana dan prasarana di BBI ini dalam setahun?, Ia jelaskan kisaran Rp. 200 jutaan dan diakui untuk tahun ini PAD dari BBI sekitar Rp. 15 juta sedangkan tahun sebelumnya kisaran Rp. 30 hingga Rp 35 juta juta,” jelasnya .

Disebutkan Mardani beberapa bangunan di tahun pertama beberapa kolam yang belum produktif , termasuk kolam indukan saat ini belum di adakan hanya saja beberapa tambahan pendukung sarana kepentingan lain telah di bangun, tahun ini ada di bangun garasi tempat parkir kendaraan dan perbaikan beberapa kolam,” papar Mardani.

“Selain itu dijelaskan juga kalau untuk biaya pembayaran rekening listrik semua dibayar oleh pihak Kantor,” pungkas Kepala UPTD BBI Suku Tiga ini. (Marjhon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed