oleh

Buang Limbah ke Laut dan Sungai di Duga PT Sakura Mas Tidak Kantongi Ijin, DLH Tutup Mata

Minahasa Selatan, Warta Inspirasi.com

Meski sudah di protes warga terkait pembuangan limbah milik PT Sakura Mas Sinar Pratama di Desa Tumpaan Dua, pihak manajemen tidak pernah menggrubrisnya hal tersebut dibuktikan dengan adanya limbah berupa lemak dari kelapa tersebar di pesisir pantai Tumpaan.

Hal tersebut membuat hasil tangkapan nelayan pesisir berkurang dan juga dengan adanya limbah yang di buang ke Laut dan Sungai mengakibatkan rusaknya biota-biota yang terkandung didalamnya.

Tindakan dengan membuang limbah tersebut jelas sangat bertentangan dengan undang-undang, bahwa terhadap orang yang melakukan dumping limbah tanpa izin dikenakan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 104 UU 32/2009, yakni:

Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Selain pidana karena pembuangan limbah, ada beberapa pidana lain yang bisa dikenakan kepada pelaku sebagaimana diatur dalam Pasal 98 UU 32/2009, yakni:

Setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Apabila perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang luka dan/atau bahaya kesehatan manusia, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan denda paling sedikit Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah) dan paling banyak Rp12.000.000.000,00 (dua belas miliar rupiah).

Apabila perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang luka berat atau mati, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling sedikit Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) dan paling banyak Rp15.000.000.000,00 (lima belas miliar rupiah).

Menurut warta setempat Jimmy Tumiwa kepada wartawan media ini Kamis 18/11 mengatakan agar pemerintah harus tegas menyikapi kegiatan yang dilakukan oleh PT Sakura Mas yang diduga membuang limbah tanpa ijin.

Pihak manajemen saat PT. Sakura Mas Sinar Pratama saat dikonfirmasi tidak berada di tempat hanya saja salah satu staf yang tidak mau namanya di sebut mengatakan bahwa kalau mau konfirmasi terkait limbah silakan ke DLH (kepada oknum pejabat inisial FP)

” Silakan konfirmasi dengan DLH karena manajemen sudah bicara dengan FP,” kata salah satu staff.

Diketahui bahwa perusahan yang dibawah naungan PT Sakura Mas sudah dipindah tangankan ke PT Royal Coconut yang notabene belum memiliki ijin dan keturunannya dalam melalukan aktifitas dalam hal ini industri santan berbahan baku kelapa.

Laporan: Onal Mamoto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed