oleh

MA Kabulkan Kasasi Kejari Lahat Terkait Perkara Rusak Hutan Lindung

LAHAT, http://wartainspirasi.com

Setelah melalui proses yang cukup panjang akhirnya putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan pidana satu tahun kurung penjara dan denda 1 Milyar terhadap Direktur Lahat Pulau Pinang Barajaya (LPPBJ).

Terdakwa Muhammad Darmansyah selaku Pimpinan perusahaan yang bergerak dibidang Batubara, dijatuhkan hukuman selama satu tahun kurung penjara, dan denda 1 Milyar dikarenakan, terbukti bersalah.

“Benar, Direktur PT LPPBJ sebelumnya mengajukan Kasasi kepada Mahkamah Agung, namun, hasil keputusan MA terdakwa dinyatakan bersalah karena telah merusak kelestarian alam dengan menjadikan hutan lindung sebagai akses ke Mulut Tambang guna membawa hasil pertambangan Batubara,” ungkap Kajari Lahat Fithrah SH melalui Kasi Intel Kejari Faisal Basni SH, disampaikan Kasi Pidum Kejari Lahat Frans Mona SH MH, dibincangi wartawan, kemarin.

Sebelumnya, diakui mantan Kasi barang bukti (BB) Kejari Lampung ini, artinya Mahkamah Agung mengabulkan permohonan Kasasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat terkait perkara Perusahaan Tambang Batubara Lahat Pulau Pinang Barajaya (LPPBJ).

“Atas dugaan perusakan hutan lindung, yang dijadikan sebagai jalan hauling akses ke mulut Tambang serta sebagai akses mengangkut hasil tambang Batubara didalam wilayah Kabupaten Lahat,” tambahnya.

Frans Mona mengatakan, terdakwa dijatuhi hukum itu, atas perkara lanjutan kasus dugaan perusakan Hutan Lindung yang dilakukan oleh PT LPPBJ salah satu perusahaan tambang Batubara di Kabupaten Lahat.

“Salinan Keputusan Kasasi Mahkamah Agung kita terima pada Senin (8/11/2021), yang isinya menyatakan terdakwa Muhammad Darmansyah selaku Direktur PT. LPPBJ dan PT. LPPBJ dinyatakan terbukti bersalah karena merusak kelestarian alam dengan menjadikan Hutan Lindung sebagai akses ke mulut tambang guna membawa hasil tambang Batubara,” urainya lagi.

Ia menjelaskan, terdakwa Muhammad Darmansyah selaku Direktur PT.LPPBJ dan perusahaan PT. LPPBJ terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana memboyong alat alat berat lainnya, untuk mengangkut hasil tambang dalam kawasan hutan tanpa izin dari Menteri.

Untuk itu, lanjutnya, dalam keputusan Kasasi MA menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhamad Darmansyah dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan pidana denda sebesar Rp.1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan.

Tidak itu saja, ditegaskannya, Perusahaan PT. LPPBJ juga dinyatakan terbukti bersalah pada putusan Kasasi Mahkamah Agung dan dikenakan pidana denda sebesar Rp 20.000.000.000 ( dua puluh milyar rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar dalam jangka waktu satu bulan sejak putusan, maka asset dan harta PT. LPPBJ akan disita jaksa dan akan dijual lelang untuk membayar denda.

“Nah, apabila pihak Perusahaan tidak membayar pidana denda sesuai keputusan Kasasi Mahkamah Agung, maka Jaksa akan melakukan lelang perusahaan guna membayar denda tersebut,” pungkasnya. (Din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed