oleh

Oknum Dokter AW: Itu Sakit Maag, Keluarga Akan Tuntut RS Bethesda dan Oknum Dokter

Kota Tomohon – Dunia kedokteran tercoreng akibat ulah oknum dokter yang tidak bertanggung jawab dalam melaksanakan kinerja yang diduga saat melakukan tindakan operasi tidak secara profesional di rumah sakit Bethesda Tomohon.

Foto, jahitan bekas operasi

Almarhum Agita Wajong akhirnya menghembuskan napas terakhir dan meninggalkan 4 orang anak (2 kembar) setelah diduga oknum dokter yang menanganinya salah mendiagnosa sakit yang di derita almarhum.

Kronologis singkatnya yang dituturkan Selvi Pondaag ibu kandung Almarhumah Agita Wajong kepada wartawan Wartainspirasi.com pada hari Minggu (6/11/21) yaitu, Agita masuk rumah sakit akhir bulan Juli tanggal 30, dengan keluhan mual-mual dan di tangani oleh dokter bagian dalam dan selanjutnya dilakukan tindakan operasi oleh dokter kandungan.

Yang ditangani oleh oknum dokter inisial AW pada tanggal 4 Agustus dengan menyodorkan surat untuk ditanda tangani tapi tidak menjelaskan bahwa Agita akan di beri tindakan operasi dan tidak menjelaskan penyakit apa yang Almarhumah Agita alami, pasca operasi keluhan Agita tetap saja dan tidak ada perubahan sama sekali malahan luka bekas operasi setiap saat mengeluarkan nanah dari lobang bekas pembuangan yang sudah tidak tertutup kembali.

Akhirnya dokter AW memutuskan kembali untuk dioperasi lagi dengan alasan mengeluarkan selang bekas buangan yang sudah menempel di usus, operasi tersebut dilakukan pasca 2 Minggu Agita dioperasi.

Pasca operasi ke 2 tidak juga ada perubahan masih tetap mual-mual dan mengeluarkan nanah dari perut sehingga diputuskan oleh dokter AW dioperasi lagi yang ketiga kalinya.

Operasi demi operasi tidak membawa perubahan dan makin menambah parah kondisi Agita. Kendati oknum AW yang menanganinya di Rumah Sakit Bethesda Tomohon sudah memberikan ijin pasiennya Agita untuk pulang yang menurutnya sudah sembuh, saat pulang Agita setiap hari bolak balik rumah sakit bethesda untuk membersihkan nanah yang selalu keluar dari perut dan ditangani oleh Dokter AW.

Saat lakukan pembersihan rutin akhirnya Agita pingsan dan kejang-kejang, sekejab itu langsung di bawah ke rumah sakit betesda dan kembali lagi dokter AW yang memeriksa dan akhirnya dokter AW mengatakan Agita hanya Sakit Maag dan menyuruhnya pulang dua jam kemudian, tapi sejumlah perawat tidak mengijinkan pulang dan dipanggilnya dokter lain untuk melihat kondisi Agita.

Saat itu saja Agita diperintahkan untuk rujuk ke rumah sakit Siloam Manado, sampainya di RS.Siloam langsung diberi tindakan, Agita sudah diduga sudah infeksi Tetanus dan ususnya sudah bermasalah (rusak) maka di rujuk lagi ke RS Malalayang.

Hasil diagnosa RS Malalayang Agita sudah terlambat tapi keluarga masih mengijinkan untuk dioperasi kembali hasilnya perut Agita sudah membusuk akibat penyakit Miom yang sudah pecah dan jaringan ususnya putus dan kotoran sudah menyebar di dalam sampai ke hati. Jelas Selvi Pondaag ibu kandung Agita Wajong kepada wartawan media wartainspirasi.com pada hari minggu 7 November.

Selvi menambahkan bahwa Agita selama dirawat di RS Bethesda mendapat tindakan operasi sebanyak 3 kali dalam sebulan dengan dugaan diagnosa yang salah.

Hal tersebut membuat keluarga mempertanyakan dan menuntut Rumah sakit Bethesda Tomohon dan kepada dokter inisial AW, karena dugaan tindakan oknum dokter di RS Bethesda membuat Agita infeksi dan beberapa jaringannya putus setelah hasil tindakan yang diberi oleh RS malalayang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon dr. Olga saat di hubungi sementara memberikan materi pada salah satu kegiatan di Kota Tomohon. (Onal Mamoto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed