oleh

Diduga Fiktif, Rumah Bantuan Pemerintah Pusat di Kecamatan Tatapaan di Pertanyakan

Minahasa Selatan, http://wartainspirasi.com

Sejumlah keluarga penerima bantuan rumah oleh pemerintah pusat mempertanyakan keberadaan material untuk pembangunan rumah dan sejumlah uang yang seharusnya diterima oleh keluarga penerima sampai saat ini tidak kunjung ada.

Bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) di kabupaten Minahasa Selatan khususnya di kecamatan Tatapaan kurang lebih ratusan penerima mengatakan sampai saat ini bantuan tersebut tidak pernah ada kendati nama/keluarga mereka sudah didaftar sesuai dengan persyaratan yang diberikan.

Menurut sumber yang tidak mau mempublikasikan namanya yang juga salah satu penerima kepada wartawan http://wartainspirasi.com pada Jumat 26/11 Minggu yang lalu mengatakan bahwa ada sejumlah penerima yang dimintai tanda tangan menyatakan pekerjaan selesai kendati fisiknya tidak ada dengan iming- iming akan didaftarkan kembali pada bantuan berikut tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjut lagi dari petugas (Dinas Sosial Minsel).

Lebih mengagetkan lagi saat wartawan media ini mengkonfirmasi kepada salah satu pengurus kelompok di salah satu desa yang ada di kecamatan Tatapaan mengatakan bahwa sekitar tahun 2019 atau 2020 (rada-rada lupa) oknum pengurus tersebut kaget kalau namanya (kelompoknya) yang dipercayakan untuk menerima ratusan juta dari pencairan dana bantuan rumah tersebut.

“Waktu itu saya yang menerima uang tersebut dengan jumlah yang banyak, setau saya itu diperntukan untuk sejumlah penerima bantuan bahkan bukan hanya Kecamatan Tatapaan tapi ada juga dari Kecamatan Tumpaan yang masuk dalam daftar pencairan.

Selepas dari salah satu bank salah satu pegawai di Dinas Sosial Kabupaten Minahasa Selatan Inisial EW yang dikatahui sebagai kepala Bidang saat itu langsung mengambil uang yang telah di cairkan tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler bernomor 085255678*** milik oknum PNS (Kabid di dinas sosial kab Minahasa Selatan) inisial EW alias Eva mengatakan bahwa hal tersebut sudah lama, dan sudah di klarifikasi kan kepada salah satu oknum pengrus LSM yang bernama Andre Lantu, Lantu membenarkan hal tersebut bahwa bersama beberapa temannya waktu itu sempat berkomunikasi dengan Kabid Eva Winokan tapi sampai saat ini kami sydahbtidak berkomunikasi lagi.

Laporan: Onal Mamoto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed