oleh

Dinas BKKBN dan DPPP Muara Enim Gelar Sosialisasi Kepada GenRe

MUARA ENIM, http://wartainspirasi.com

Kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya bisa memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Untuk otu, Duta Generasi Berencana (Genre) memegang peran penting untuk menyosialisasikan bahwa keluarga adalah segala-galanya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim Hj Renny Devi Nasrun diwakili oleh Vivi Mariani S.Si Kepala Dinas PPPA Muaraenim dan H Rinaldo S.STP Kepala BKKBN Muaraenim pada kegiatan Sosialisasi Pemahaman Kesehatan Reproduksi Bagi Anggota Forum GenRe Muara Enim di Hotel Griya Serasan Sekundang Muara Enim, Kamis (9/12/2021).

Menurut Vivi, bahwa Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Dan Sosialisasi Pemahaman Kesehatan Reproduksi ini sangat tepat diadakan dan berharap dengan sosialisasi ini para kaum muda kita sudah faham tentang menjaga kesehatan reproduksi untuk mempersiapkan generasi penerus yang sehat dan tangguh, para kaum muda ini kedepan akan menjadi calon bapak dan calon ibu, dari orang tua yang sehat akan melahirkan keturunan yang sehat, dan insyaallah Kabupaten Muara Enim yang bebas dari Stunting yang kita cita citakan akan segera tercapai.

Masih dikatakan Vivi, kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya bisa memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Salah satu hal yang sering terjadi karena kurangnya sosialiasi dan edukasi adalah penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi yang berakibat pada hilangnya nyawa remaja. Peran orangtua merupakan satu hal yang penting dalam edukasi seksual pada remaja.

Apalagi saat ini masih belum banyak orang yang peduli terhadap risiko-risiko yang bisa menyerang remaja “salah pergaulan” tersebut. Mulai dari ancaman HIV/AIDS, angka kematian ibu yang meningkat karena melahirkan di usia muda, hingga kematian remaja perempuan karena nekat mengambil tindakan aborsi.

Pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi, serta cara menjaga kesehatannya, diharapkan mampu membuat remaja lebih bertanggung jawab. Terutama mengenai proses reproduksi, dan dapat berpikir ulang sebelum melakukan hal yang dapat merugikan. Pengetahuan seputar masalah reproduksi tidak hanya wajib bagi remaja putri saja. Sebab, anak laki-laki juga harus mengetahui serta mengerti cara hidup dengan reproduksi yang sehat. Pergaulan yang salah juga pada akhirnya bisa memberi dampak merugikan pada remaja laki-laki pula.

“Kami berharap setelah sosialisasi ini di serap ilmunya, adek adek bisa membagi ke teman sesama yang kebetulan belum terpilih untuk mengikuti pelatihan ini. Untuk itu ikutilah pelatihan ini dengan penuh perhatian dan dengan hati yang ikhlas sehingga ilmunya bisa bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari hari,” harapnya.

Plt Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel Hj Desliana didampingi Kepala Dinas (Kadis) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Muara Enim H Rinaldo, S.STP MSi, mengatakan, remaja adalah tunas dari bangsa sebagai remaja yang merupakan sebagai anggota masyarakat yang baik untuk membangun keluarga.

Pada masa remaja harus mampu melewati masa transisi kehidupannya sehingga mereka diharapkan terhindar dari hubungan seksual sebelum menikah di usia dini dan penyalahan narkoba.
Program untuk menyiapkan generasi terencana pembangunan di Indonesia pada dasarnya bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pembinaan kepada remaja merupakan bagian dari kebijakan pembangunan keluarga yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Jadi kami melalui program bangga kencana program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga menyiapkan supaya untuk penjelasan ini mulai dari remaja persiapan dan kehidupan keluarga dan BKKBN. Jadi untuk mengasuh mulai dari remaja menyiapkan untuk berkeluarga itu mempunyai tanggung jawab banyak kita rasakan.

Ditambahkan oleh Kepala BKKBN Muara Enim H Rinaldo bahwa Pertumbuhan dan perkembangan fisik psikologis maupun intelektual pola karakter tumbuh kembang menyebabkan rasa keingintahuan yang besar cenderung mengambil keputusan tanpa pertimbangan yang matang sehingga dapat mengakibatkan hal-hal yang fatal bagi remaja saat ini.

Pernikahan Dini masih banyak terjadi khususnya di Kabupaten Muara Enim. Masih ditemukan pernikahan dengan usia dibawah rata-rata usia pendidikan nasional yaitu 19 tahun sehingga hal-hal akan menjadi fokus perhatian pemerintah agar target usia pernikahan yang ideal dapat tercapai yaitu minimal 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun.

Hal penting lainnya yang perlu menjadi perhatian kita adalah penyalahgunaan nafsah zat adiktif lainnya pergaulan bebas serta HIV atau AIDS narkoba adalah musuh bagi kita saat ini karena dampaknya sangat merugikan bagi remaja itu sendiri keluarga maupun lingkungan masyarakat bahkan negara yang kita cintai.

“pihaknya bangga dan terharu atas kreasi anak-anak. Dan ia yakin kalian nanti akan menjadi orang-orang hebat,” tukasnya (RI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed