oleh

Dukcapil Minsel Lakukan Pencatatan Perkawinan Orang Masih Berstatus Kawin

Minahasa Selatan, http://wartainspirasi.com

Menurut undang-undang No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan ketuhanan yang Maha Esa.

Sebagai suatu ikatan, perkawinan merupakan bagian dari hukum perdata. Karena perkawinan berlanngsung dari suatu kesepakatan para pihak (pria dan wanita) yang dalam hal ini didasarkan pada rasa cinta dan kasih sayang serta kesepakatan untuk mebentuk keluarga yang bahagia dan kekal.

Lain halnya yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan catatan sipil Kabupaten Minahasa Selatan melakukan pencatatan perkawinan terhadap orang atau laki- laki yang masih berstatus kawin (belum cerai) dengan seorang perempuan yang berstatus Cerai Seumur hidup (Janda)

Pencatatan yang dilakukan dukcapil Minsel tersebut sontak digugat oleh anak-anak daripada perempuan inisial EW, anak kandung dari EW meminta Dikcapil Minsel agar tidak memproses pencatatan perkawinan orang tua mereka disebabkan status daripada laki-laki yang akan menikahi orang tua mereka belum cerai (status kawin/beristri)

Gugatan anak-anak yang sudah disampaikan ke Dukcapil Minsel tidak dihiraukan dan tetap dilakukan pencatatan perkawinan oleh Dikcapil melalui staf yang bernama Arlin Nurkamiden.

Salah satu anak dari pengantin perempuan kepada wartawan media ini pada Senin mengatakan bahwa kami sudah menyampaikan kepada pihak Dukcapil Minsel agar tidak memproses perkawinan antara ibu kandung mereka dengan laki-laki yang masih berstatus memiliki istri, tapi tetap di lakukan pencatatan oleh oknum Staf pencatat disdukcapil Minsel dan sampai detik ini surat pembatalan tidak pernah kami terima.

Kepala dinas kependudukan dan catatan sipil Cornelius Mononimbar melalui Staf pencatan Arlin Nurkamiden saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan bahwa benar dia melakukan pencatatan kepada pasangan pengantin asal desa popareng tapi kami sudah membuat pembatalan.

“ia benar saya melakukan pencatatan tapi sudah ada pembatalan terkait perkawinan padangan pengantin asal poparen tersebut” kata Nurkamiden dengan nada penuh emosional.

Nurkamiden juga menyalahkan pemerintah desa popareng yang waktu itu membawa surat keterangan palsu ke dinas kependudukan dan catatan sipil Minahasa Selatan, menurutnya ini kesalahan dari pemerinta desa sehingga dipermasalahkan oleh anak-anak yang bersangkutan.

Laporan: Onal Mamoto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed