oleh

Ersangkut Putra Kabupaten Muara Enim, Low Profile, Ini Harapannya

MUARA ENIM, http://wartainspirasi.com

Salah satu Putra Asli Kabupaten Muara Enim, Cerdas dan Bersahaja, itulah gambaran seorang Ersangkut S.Psi. Ia juga saat ini merupakan salah satu Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Saat awak media ini, berkesempatan mewawancarainya pada Selasa (7/12/2021). Ia menyambut ramah dan juga sangat low profile. Saat memulai perbincang, kecerdasan ia muncul sebagai seorang salah satu wakil rakyat di tingkat Provinsi Sumsel.

Ia bukan orang baru di dunia perpolitikan di Sumsel. Ia sejak 2009 sudah menduduki kursi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Muara Enim. Selama dua periode itu, ia sudah begitu banyak ikut andil dalam memperjuangkan dan ikut menyumbangkan ide gagasan serta pemikiran untuk Bumi Serasan Sekundang.

Cerita awal kesuksesan Ersangkut, S.Psi dengan sang istri Asamala Dewi bukan tanpa perjuangan, ia merupakan pengusaha kayu sampai mencapai kesuksesan. Namun, kesuksesan itu muncul pemikiran untuk membantu banyak orang, salah satunya bisa menyampaikan aspirasi masyarakat.

Untuk itu, ia memilih dan menetapkan tekadnya untuk masuk ke dunia perpolitikan di Bumi Serasan Sekundang. Dimana niat yang ia punya tidak lain ingin menyampaikan apasirasi, ide dan juga gagasan ia untuk membantu masyarakat.

“Saat itu saya memulainya di kecamatan dengan berhasil menjadi Ketua Partai Golkar ditingkat Kecamatan Benakat pada tahun 2000,” ujar Ersangkut yang Lahir di Benakat, 8 Agustus 1970 ini.

Untuk mencapai semua niatnya, bukan tanpa ada yang mendukungnya, selain keluarganya, ia juga sangat didukung juga oleh salah seorang tokoh masyarakat sekaligus seniornya didalam dunia perpolitikan, ia seorang anggota DPRD Provinsi Sumsel yakni Medi Basri. Dimatanya, ia seorang yang sangat baik berjasa dan selalu mendukungnya.

Saat ini, ia memiliki keinginan dan juga sangat berharap kedepan khususnya Kabupaten Muara Enim tempat asalnya, bisa lebih baik lagi dan merealisasikan semua program sesuai dengan harapan masyarakat. Dengan begitu, Kabupaten Muara Enim lebih kuat, lebih sejahtera dan juga memiliki nilai keagamaisan sesuai dengan visi dan misinya.

“Saya ingin nantinya Muara Enim memiliki Universitas/Perguruan Tinggi, meningkatkan daya jual hasil pertanian dan perkebunan. Itu suatu hal yang sangat penting,” tuturnya.

Selain itu, dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, barang tentu perlu strategi dan dukungan dari pemerintah. Seperti memberdayakan Perusahaan Daerah (Perusda) Pemkab Muara Enim. Dimana, Prusda bisa mendukung hasil pertanian, dengan berbagai strategi yang nantinya bisa menaikan hasil harga jual pertanian dan perkebunan masyarakat.

Untuk Guru ngaji, disetiap desa memiliki gaji dari pemerintah, yang anggaran tidak perlu dari APBD, tetapi bisa diambil dari dana pihak ketiga. Sekolah gratis dan juga kesehatan perlu terus ditingkatkan. Serta lebih meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muara Enim.

“Sedangkan untuk aparatur sipil, saya ingin yang sesuai keahlian dibidangnya. Saya tidak mau ada unsur nepotisme dalam menempatkan aparatur sipil, aparatur yang berprestasi itu yang perlu diberdayakan untuk memajukan disegala bidang,” cetus Ersangkut yang memiliki empat orang anak ini.

Pasangan ini dikaruniai empat orang anak. Diantaranya :
1. anak pertama Deska Fitriani saat ini sedang mengenyam pendidikan kuliah Fakultas Kedokteran di Universitas Muhammadiyah Kota Palembang,
2. anak kedua, Karina Spetiani duduk di Kelas 12 SMA Negeri 1 Unggulan Muara Enim.
3. anak ketiga, Khanza Agustin yang duduk di kelas 2 SMPN 2 Muara Enim dan
4. anak bungsunya yakni, Shinta Lestari duduk di kelas SDN 7 Muara Enim. (Deri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed