oleh

Kontraktor Tepis Isu Penimbunan Ranting dan Batang Pohon pada RTP

Minsel, http://wartainspirasi.com

Pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) yakni Taman Kota yang terletak di pusat kota Amurang Kabupaten Minahasa Selatan sudah dimulai sejak beberapa bulan yang lalu kendati menuai sorotan baik dari politikus yang duduk di DPRD Minsel maupun masyarakat pada umumnya.

Diketahui proyek pengembangan Ruang Terbuka Publik (RTP) tersebut dikerjakan oleh PT. Samudra Abadi Sejahtra dengan No kontrak 7/kontrak/ck/2021 tertanggal 24 Juni 2021 yang bernilai Rp. 8.863.211.000 dengan waktu pelaksanaanya selama 180 hari kalender.

Saat pekerjaan proyek sedang berjalan beredar isu atau diduga PT. Samudra Abadi Sejahtra melakukan penimbunan ranting-ranting serta batang pohon di lokasi proyek pembangunan Taman Kota atau Ruang Terbuka Publik tersebut.

Isu dugaan tersebut dilakukan oleh pekerja dengan menggunakan alat berat memasukan ranting dan batang pohon ke dalam lobang yang dibuat di lokasi proyek.

Adanya Dugaan isu tersebut langsung di konfirmasi wartawan media wartainspurasi.com kepada pihak kontraktor pada Selasa 14/12 di lokasi proyek.

Menurut Hendrik Mamuaya selaku Direktur yang secara langsung mengawasi pekerjaan proyek tersebut mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar adanya ranting dan batang pohon ditimbun dalam lobang di lokasi proyek.

Yang ada bahwa pihak kontraktor melalui pekerja alat berat melakukan penggalian lobang untuk mengangkat akar pohon yang masih tertinggal di dalam tanah sehingga ada galian lobang dan lobang tersebut bukan untuk memasukan ranting dan batang pohon. Kata pria yang berbadan kekar dan terlihat sederhana.

“Tidak benar ada ranting dan batang pohon kami timbun dalam lobang, karena setau saya lobang tersebut digali karena petugas alat berat mencabut akar pohon besar yang masih tertinggal didalamnya agar tidak terjadi pembusukan dan mengakibatkan berubahnya kondisi tanah yang nantinya akan berpengaruh pada bangunan yang ada,” ucapnya.

Mamuaya juga menambahkan bahwa dirinya tidak mungkin melakukan hal itu karena fatal akibatnya sambil menunjukan dasar ketinggian tanah awal dan yang sudah di scrab sehingga terlihat adanya perbandingan ketinggian tanah serta dugaan lobang yang katanya tempat menumpukkan ranting dan kayu.

Diakhir konfirmasi Mamuaya mengucapkan terima kasih kepada awak media yang membantu pihaknya dalam segi pengawasan.

Laporan: Onal Mamoto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed