oleh

Merasa Terancam Didatangi Puluhan Warga Desa Tanjung Raman, Ibu ini Akan Lapor Polisi

Bengkulu Tengah, http://wartainspirasi.com

Terkait kisruh permasalahan sengketa tanah yang berlokasi di Desa Sukarami Kadun 1 Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah tak kunjung selesai, hal ini jelas akan memicu konflik yang berkelanjutan.

Ini terbukti pada hari Senin (20/12/21) rumah Ibu Fatmawati didatangi puluhan warga Desa Tanjung Raman sekitar pukul 14.40 Wib. Tanpa diketahui siapa dibalik peristiwa tersebut.

Juga tampak hadir yakni Ibu Camat Taba Penanjung, Bag Hukum Pemda Kabupaten Bengkulu Tengah, Danramil Taba Penanjung, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan salah satu anggota DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah.

Ibu Fatmawati selaku pemilik rumah merasa kaget dengan kedatangan puluhan warga Desa Tanjung Raman tersebut di kediamannya, tanpa diketahui penyebab secara jelas.

” Saya sangat kaget ketika tiba-tiba rumah saya didatangi puluhan warga Desa Tanjung Raman, akibat kejadian ini saya merasa terancam dan harga diri saya diserang dan dijatuhkan. Besok saya berencana akan melaporkan kejadian ini ke Polda Bengkulu,” ungkapnya masih trauma.

Permasalahan sengketa tanah ini dipicu sejak 2018 silam hingga sekarang, terkait Surat Keputusan Bupati Kabupaten Bengkulu Tengah Nomor: 622. 253 Tahun 2015 Tentang penetapan ruas jalan Kabupaten Bengkulu Tengah dan menyatakan aset daerah Kabupaten Bengkulu Tengah Nomor Register: 055 Penyerahan P3D dari Bengkulu Utara Tahun 2008.

Pada tahun 2018 silam telah 2 kali dilakukan hearing baik di Pemda Kabupaten Tengah maupun DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah tapi belum ada ttitik temu. Pada hearing tersebut Pemda cuma diminta menampakkan perolehan aset limpahan P3D bengkulu Utara tersebut diperoleh melalui hibah atau jual beli.

Jika diperoleh dari hibah siapa yang menghibahkan, jika diperoleh dari jual beli siapa yang menjual agar pihak keluarga yang mengklaim bisa melihat jika ada dokumen tersebut.

Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah, Budi Suryantono. S.Sos ketika dihubungi via WhattApps, jangan dilaporkan dulu, saya akan cuba menengahi hingga saat ini belum ada komunikasi kepada salah satu anggota DPRD kabupaten Bengkulu Tengah yang berada dilokasi tersebut,” balasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed