oleh

Schouten : PCR di Ambil Petugas Puskesmas Bukan untuk Pelaku Perjalanan

Minahasa Selatan, http://wartainspirasi.com

Adanya pertanyaan warga terkait PCR yang dilakukan petugas Puskesmas kepada masyarakat yang masih dalam pengawasan terkait Covid kepala dinas kesehatan kabupaten Minahasa Selatan angkat bicara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan dr Erwin Schouten kepada wartawan media ini Jumat 17/12/21 mengatakan bahwa saat ada petugas Puskesmas yang melakukan atau mengambil sampel yang untuk dilakukan PCR dengan cara mengunjungi masyarakat dirumahnya kemungkinan besar masyarakat tersebut sedang menjalanka isolasi mandiri sehingga harus di lakukan tindakan dirumah tidak perlu ke puskesmas.

Pengambilan sampel PCR yang dilakukan oleh petugas Puskesmas itu gratis tidak dipungut biaya, lain halnya yang di bandara itu harus dibayar sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait PCR yang dilakukan oleh petugas Puskesmas, hal tersebut membutuhkan beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya karena saat petugas Puskesmas mengambil sampel kepada warga.

Sampel tersebut dibawah ke Dinas Kesehatan Kabupaten untuk dilanjutkan ke Laboratorium yang ada di Provinsi untuk di lakukan penelitian dan hasilnya akan disampaikan kembali ke Kabupaten dan diteruskan di Puskesmas kemudian dilanjutkan kepada yang bersangkutan.

“Sekali lagi bahwa PCR pengecekan kesehatan yang diambil oleh petugas kesehatan dari Puskesmas bukan untuk dipakai pada pelaku perjalanan.

Schouten juga menambahkan bahwa untuk pelaku perjalanan harus mengambil test PCR di bandara dan itupun hasilnya berlaku 2 x 24 jam, terkait aplikasi yang di gunakan dengan aplikasi peduli lindungi bukan untuk masyarakat yang mendapatkan test PCR dalam rangka pengawasan kesehatan diakibatkan oleh sesuatu penyakit.

Laporan: Onal Mamoto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed