oleh

Proyek Pengerasan Jalan Doluong Kakenturan Barat Sarat Korupsi

Minahasa Selatan — Kurang lebih 1800 meter proyek pengerasan jalan Doluong yang terletak di Desa Kakenturan Barat Kecamatan Modoinding kuat dugaan berindikasi Korupsi karena dana yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2021 dengan besaran Rp.388.263.960,- pertanggung jawabannya diduga direkayasa

Proyek Dana Desa tersebut diketahui menyewa Alat berat dari oknum pendamping desa yang ada di Kecamatan Modoinding dengan material yang yang bukan standar pengerasan jalan.

Keganjilan lain juga bahwa kegiatan proyek pengerasan jalan Doluong tersebut memakai dua alat berat yaitu Eksavator Mini dan Alat Berat Penggilas 6 Ton, tapi mengeluarkan biaya Harian Orang Kerja (HOK) sebanyak 1.112 hari upah pekerja diluar dari kepala tukang dan operator.

Pj.Hukum Tua Desa Kakenturan Barat Kecamatan Modoinding Reine Koagow, S.Pd kepada wartawan media ini beberapa hari yang lalu membantah adanya penggunaan alat berat dalam proyek Pengerasan Jalan Doluang.

“Kami tidak menggunakan alat berat pada proyek tersebut serta tidak ada mobilisasi dan tidak ada pembelian solar ratusan liter, tanya saja kepada bapak (suami dari ibu PJ Kumtua mantan Kuntua) ”

Lain halnya yang dikatakan oleh penyuplai material juga sebagai pendamping desa yang ada di kecamatan Modoinding Billy Ateng, bahwa ada dua alat berat yang dipakai di proyek tersebut.

” Alat berat satu mengerjakan penggalian drainase sedangkan vibro menggilas/memadatkan material tapi tidak lama melakukan pemadatan karena hanya di pilah-pilah tempatnya”. diketahui juga Pemdes Kakenturan Barat menyewa alat berat tersebut kepada Pendamping Desa. /Onal Mamoto

image_print

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.