Wartainspirasi.com – Harapan warga Desa Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah untuk menikmati akses air bersih dari PDAM hingga kini belum terwujud.
Meski perangkat watermeter telah terpasang di rumah-rumah warga sejak awal tahun 2025, aliran air tak kunjung mengalir hingga memasuki Januari 2026.
Kondisi ini memicu keluhan dari masyarakat setempat, terutama mereka yang berdomisili di kawasan wisata Sungai Suci.
Berdasarkan pantauan di lapangan, pipa dan watermeter sudah terpasang rapi di dinding rumah warga, namun hanya menjadi pajangan tanpa fungsi.
Salah satu warga Desa Pasar Pedati, Yono, membenarkan bahwa hingga saat ini dirinya dan tetangga sekitar belum bisa menikmati layanan air bersih tersebut.
“Aliran PDAM sampai saat ini belum dapat dinikmati. Watermeter itu sudah dipasang sejak awal tahun 2025, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda air akan mengalir. Sudah berjalan satu tahun penuh kami menunggu,” ungkap Yono saat dikonfirmasi di kediamannya, Rabu (15/1/2026).
Yono menjelaskan bahwa kebutuhan akan air bersih sangat mendesak. Selama ini, warga masih mengandalkan air sumur gali yang debitnya sangat bergantung pada cuaca.
Ia mengkhawatirkan kondisi jika musim kemarau tiba, di mana sumur warga kerap mengering.
“Kami sangat berharap pihak PDAM Bengkulu Tengah segera mengalirkan air. Kami butuh kepastian, apalagi kalau sudah masuk musim panas, kami terancam krisis air bersih karena sumur tidak bisa diandalkan,” tambahnya.
Terkait kendala teknis atau alasan di balik mandeknya aliran air ini, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada PDAM Bengkulu Tengah maupun instansi terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi mengenai kapan distribusi air di wilayah Desa Pasar Pedati akan dinormalisasi.










