Penggiat Usaha Wisata dan Hotel di Kota Bengkulu jangan Rampas Hak Pejalan Kaki

Wartainspirasi.com, Kota Bengkulu – Bayu Purnomo Saputra merupakan praktisi hukum Bengkulu telah memantau aktivitas penggiat usaha yang ada di Kota Bengkulu telah merampas hak pejalan kaki demi tempat memarkirkan kendaraan yang berkunjung di tempat usaha dan wisata usahanya secara semi permanen.

Artinya menggunakan traffic cone yang dirantai sebagai tanda parkir untuk pengunjung diusaha tersebut. Dan ini sangat merugikan bagi penggiat pejalan kaki, sehingga pejalan kaki terpaksa harus melewati jalan raya yang cukup berbahaya bagi keselamatan para pejalan kaki.

Adapun hak pejalan kaki telah dijelaskan dalam Pasal 131 UU Nomor 22 Tahun 2009, yang mana isinya bahwa: Pejalan kaki memiliki hak atas ketersediaan fasilitas pendukung, seperti trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lainnya, dan peraturan undang-undang lainnya yang mengatur tentang jalan.

Kegiatan merampas fasilitas pejalan kaki ini jangan sampai uang negara habis untuk mengcover uang santunan terhadap para pejalan kaki yang mengalami laka lantas di area lintas jalanan, hanya karena fasilitas pejalan kaki telah dirampas oleh para pengusaha hotel ataupun wisata dan usaha lainnya yang tidak memberikan fasilitas parkir pribadi untuk usahanya.

Oleh sebab itu, aturan itu harus dilaksanakan oleh penyelenggara negara yakni Pemerintah Daerah untuk menghimbau atau menegur para pegiat usaha harus taat dan patuh terhadap aturan tersebut, serta memberikan aturan SOP pendirian wisata dan hotel di tengah kota agar dapat mengutamakan fasilitas parkir bagi para pengunjung, bukan memanfaatkan parkir untuk pengunjung menggunakan fasilitas pejalan kaki.