KAUR, WARTAINSPIRASI.COM — Di Bumi Rafflesia adalah merupakan sebutan akrab untuk Provinsi Bengkulu, Provinsi inilah tempat Bunga Rafflesia Arnoldi berada. Seolah diciptakan sebagai Provinsi yang spesial dengan segala keindahan dan keunikannya, Bengkulu pun memiliki banyak wisata mempesona dan sangat indah. Salah satunya adalah Pantai Linau. Perairan di pantai ini begitu biru dan jernih sama seperti pantai di Ala Bali dan Lombok.
Pantai Linau terletak di Desa Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, Bengkulu. Yang berbatasan dengan Provinsi Lampung . Lokasinya tepat berada di sisi Jalan Lintas Kaur menuju Lampung dengan jarak sekitar 19 KM dari Kota Bintuhan.
Pantai Linau adalah kombinasi yang nyaris sempurna di mana pasir cokelat yang bersih, pepohonan hijau yang rimbun, serta deburan ombak yang merdu membuat pantai ini sangat cocok untuk dijadikan tempat untuk menenangkan diri.
Air laut di Pantai Linau tampak berkilauan dan sangat bersih bak lantai pualam yang menghampar jauh ke tengah samudera. Saking jernihnya anda bahkan bisa melihat beberapa biota laut yang mengintip di pinggir pantai.
Walaupun masih belum begitu populer, beberapa turis Amerika belakangan ini banyak mendatangi Pantai Linau untuk mandi, snorkeling atau pun berjemur. Alasan mereka datang ke pantai ini adalah karena terumbu karangnya masih cukup asli.
Pantai Linau juga merupakan dermaga pelabuhan kapal. Saat ada kegitan bongkar-muat akan kapal kecil maupun maupun besar yang bersandar di pantai ini dan membawa bahan material hasil bumi serta yang lainnya.
Sejak zaman Belanda masih menjajah Indonesia Pantai Linau memang sudah dijadikan lokasi perdagangan kompeni. Di pantai inilah, Belanda mengirimkan harta rampasan mereka untuk dikirim ke Eropa. Harta rampasan tersebut seperti cengkeh, lada, kayu serta hasil bumi lainnya. Saking strategisnya Pantai Linau untuk kepentingan ekonomi Belanda, kala itu sampai dibangun sebuah Benteng Linau yang letaknya ada di bukit sebelah utara pantai.
Bukit tersebut dilengkapi pula dengan beberapa meriam dan dijadikan sebagai tempat untuk mengintai kedatangan musuh. Di sekitar pantai terdapat beberapa warung yang menjajakan kuliner khas Kabupaten Kaur. Salah satunya yaitu sate gurita, Apakah anda pernah memakan sate gurita sebelumnya? Jika tidak anda wajib mencicipinya dengan datang ke pantai ini. Bumbu sate gurita sangat khas. Berbeda dengan sate yang lain. Kelezatannya siap untuk memanjakan lidah anda.
Kuliner lainnya yang bisa anda coba adalah sambal gurita, dan ikan meale. Cita rasanya pun tidak kalah lezat. Supaya lebih mantul lagi, anda bisa membeli es kelapa muda yang telah diramu dengan gula merah aren hasil masyarakat setempat disana.
Tidak hanya itu, hal seru lainnya anda pun bisa berburu gurita di Pantai Linau bersama warga desa di sana. Bagaimana jika tidak bisa? Tenang, warga Desa Linau sangat ramah dan siap mengajarkan anda bagaimana cara jitu menangkap dan berburu gurita, lengkap dengan alat pancing tradisional andalanya.
tangkapan tersebut bisa dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah. Jika tidak ingin memancing gurita, anda pun bisa membawa gurita yang sudah dikeringkan. Beli saja di warung-warung sepanjang pantai. Harga 1 kilogram gurita kering sekita 100 ribu rupiah saja.
Pantai Linau diharapkan menjadi pelabuhan besar di mana titik lokasi pelabuhan Linau sangat strategis ,berdekatan dengan provinsi Lampung ,provinsi Sumatera Selatan ,harapan kepada pemerintah untuk mendukung kemajuan pelabuhan Linau ini ,agar ada pemasukan yang berupa pendapatan daerah.
(Dikutip dari beberapa sumber/Marjhon)













