Wartainspirasi.com — Aksi damai ke-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lahat yang dilakukan JAKSI dengan massa berjumlah 10 orang dari kalangan tukang ojek, mendapat sorotan tajam dari Ketua PW GNPK-RI Sumsel Aprizal Muslim.
Unjuk rasa (UNRAS) yang digelar JAKSI ke-Kejari Lahat tersebut, menyampaikan dua poin diantaranya, mendorong pihak Kejaksaan Negeri Lahat untuk dapat segera menetapkan Tersangka atas kasus dugaan korupsi dana KPU Kabupaten Lahat, dan memeriksa pembangunan proyek di Lahat yang menelan dana sebesar Rp.7 Milyar lebih.
Ketua PW GNPK-RI Sumatera Selatan, Aprizal Muslim mengungkapkan, dirinya sangat menyayangkan atas sikap dan aksi yang dilakukan oleh salah satu LSM di Kabupaten Lahat yang memanfaatkan para tukang ojek untuk ikut dalam aksi dihalaman kantor Kejaksaan Negeri Lahat.
“Yang menjadi pertanyaan.!! Apakah rombongan tukang ojek ini mengerti persoalan, hanya dimanfaatkan seakan rakyat menuntut,” tanya Aprizal Muslim dengan lantang.
Menurut Aprizal Muslim, mirisnya lagi aksi sekelompok orang diduga mengatasnamakan LSM JAKSI mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Lahat dan massa yang digeret ke-Kejari Lahat merupakan para tukang ojek.
Dijelaskannya, dari keterangan yang dihimpun pihaknya, menawarkan bayaran kepada para tukang ojek untuk mengumpulkan warga guna mengikuti aksi unjuk rasa. Namun, rencana tersebut, gagal total setelah para tukang ojek diberikan penjelasan mengenai situasi sebenarnya.
“Nah, setelah mendengarkan penjelasan duduk persoalan dan mereka baru mengerti sehingga, para tukang ojek menolak tawaran tersebut, serta memilih pulang ke-rumah masing-masing,” ulasnya.
Aprizal Muslim menyeruhkan dan mengajak masyarakat agar tidak mudah dimanfaatkan untuk kepentingan sesaat serta tidak mudah tergiur dengan bayaran yang berujung menjadi persoalan.
“Ingat.!! Jangan pernah mau diajak siapapun apabila tidak memahami titik persoalan. Saya juga menyayangkan jika ada pihak yang menyeret/mengajak para tukang ojek untuk ikut dalam Aksi, ini bukan cara yang benar, warga bukanlah alat untuk diperjual belikan demi kepentingan kelompok,” tambah Pria yang sebelumnya dikenal lebih kritis dalam menyampaikan Aspirasi masyarakat.
Beliau memuji sikap bijak para tukang ojek yang memilih menolak tawaran tersebut setelah diberikan pemahaman. Langkah itu dinilai sebagai bukti kesadaran masyarakat yang semakin tinggi untuk tidak mudah dimanfaatkan pihak lain.
“Saya apresiasi setelah mendengar penjelasan, para tukang ojek memilih mundur, jangan uang bayaran tidak seberapa akan dampak ditimbulkan bisa berlarut-larut dan dapat merugikan masyarakat sendiri,” katanya.
Terakhir, Aprizal Muslim mengajak dan menghimbau masyarakat Kabupaten Lahat agar dapat selalu Waspada terhadap tawaran serupa, dan berharap warga untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan indikasi upaya “Massa Bayaran” jangan mudah terprovokasi atau hal lainnya. Intinya,













