Wartainspirasi.com — Jalan penghubung di Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, masih menjadi potret buram pemerataan pembangunan.
Selama puluhan tahun, warga harus berjibaku melewati jalan rusak dan berlumpur sejauh puluhan kilometer untuk beraktivitas.
Kondisi itu memaksa warga berjuang ekstra setiap hari. Saat hujan turun, lumpur tebal membuat akses hampir putus total, kendaraan sulit melintas dan pejalan kaki pun harus ekstra hati-hati.
Kepala Desa Tanjung Aur, Supriyadi, bersama warga kerap mengunggah foto dan video kondisi jalan tersebut di media sosial.
Bukan tanpa alasan, unggahan itu dilakukan dengan harapan mendapat perhatian publik, menjadi viral, dan akhirnya mendorong pemerintah untuk segera membangun jalan desa mereka.
Situasi paling memilukan terjadi saat ada warga sakit atau meninggal dunia.
Warga terpaksa menandu pasien atau jenazah dengan berjalan kaki maupun menggunakan sepeda motor melewati kubangan lumpur, sebuah pemandangan yang menggambarkan betapa sulitnya akses di desa tersebut.
Meski dalam keterbatasan, rasa optimisme warga tak pernah padam.
Mereka berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata untuk membangun jalan Tanjung Aur agar layak dilalui dan mampu menggerakkan ekonomi desa.
Bahkan, karena tak kunjung mendapat perbaikan, warga secara swadaya kerap patungan menyewa alat berat untuk memperbaiki jalan seadanya.
Upaya itu dilakukan semata agar jalan tetap bisa dilalui dan aktivitas warga tidak lumpuh total.













