Minsel, http://wartainspirasi.com
Perbuatan yang tidak terpuji di lakukan oleh oknum Sespri Bupati Minahasa Selatan Franky Wongkar terhadap oknum wartawan Demsy Mewengkan yang keseharian bekerja melakukan Peliputan di lingkup pemkab Minahasa selatan.
Adapun kronologis singkat menurut Demsy Mewengkan (korban) wartawan media online Barindo.com kepada wartawan wartainspirasi.com Kamis 27/01/2022, bahwa kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba di saat dirinya (korban red) sedang mengambil gambar pada acara hari Jadi Minsel ke-19.
Awalnya oknum Sespri tersebut datang mendekati saya (korban red) dan mengatakan agar supaya berhenti untuk mengambil gambar karena kegiatan hut akan dimulai, ” saya pun mengatakan bahwa tunggu sebentar karena ada moment gambar lagi yang akan di ambil,” jelas Demsi.
Seketika itu juga alat peliputan berupa hand phone dan tripot di rampas oknum Sespri, beriringan dengan menyeret diri saya (korban red) untuk keluar dari tempat kegiatan upacara Hari Jadi ke-19 Minsel.
Kejadian tarik menarik pun tak terhindarkan adu mulut pun tak terhindarkan di depan tamu undangan Forkopimda Minsel dan disaksikan puluhan pejabat di lingkup Pemkab Minsel dan saya merasa kebebasan PERS sesuai undang-undang nomor 40 tahun 1999 telah didiskriminasikan oleh Pemkab Minsel dalam hal ini Bupati Minahasa Selatan karena oknum Sespri tersebut mengatakan bahwa ia diperintahkan pak Bupati,” ucap Mewengkan.
Kejadian tersebut sangat disayangkan karena hajatan untuk masyarakat Minsel ternodai dengan perlakuan diskriminalisasi wartawan di Hari Jadi ke-19 Kabupaten Minahasa Selatan.
Mouren Winerungan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Minahasa Selatan kepada wartawan media ini sangat menyayangkan hal itu terjadi.
“Seharusnya bukan dengan cara menyeret atau merampas alat yang dipakai untuk liputan berkomunikasi dengan baik, Winerungan juga meminta agar fungsi protokoler harus jalan”
Onal Mamoto













