Dana 8 Miliar, BPBD Kaur Bangun 4 Jembatan Gantung

Wartainspirasi.com, Kaur — Sesuai dengan pengusulan Pemerintah Daerah terkait rencana perehaban atau pembangunan jembatan gantung yang terdapat di beberapa Kecamatan di Kabupaten Kaur tahun 2020 yang lalu. Jembatan gantung diterjang derasnya air sungai sehingga terjadi kerusakan berat.

Hasil survey dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) maka tahun ini dibangun jembatan gantung di empat wilayah terdiri dari Kecamatan Nasal, Kecamatan Maje, Kecamatan Sahung dan Kecamatan Kinal.

Dimana jembatan gantung ini merupakan akses masyarakat untuk ke kebun dan ke sawah serta penghubung antar desa.

Kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Heru. ST saat dikonfirmasi terkait program pembangunan BPBD ia terangkan, bahwa untuk pembangunan jembatan gantung tahun 2022 bersumber dari DAK Reguler yang melalui Instansi BNPB dan BPBD dengan kisaran dana Rp. 8 Miliar.

Empat unit jembatan gantung adapun lokasi yang telah ditetapkan untuk dianggarkan yaitu, Kecamatan Nasal, Kecamatan Maje, Kecamatan Muara Sahung dan Kecamatan Kinal masing- masing 1 unit ,” ujarnya, Senin (13/6/22).

Program BPBD ini berdasarkan usulan oleh Pemerintah Daerah tahun lalu dan baru direalisasikan tahun 2022 ini semoga tepat waktu pekerjaan jembatan bisa selesai dan masyarakat bisa memanfaatkan jembatan yang sudah dibangun tersebut.

Mudah-mudahan tahun depan kucuran dana untuk program BPBD ini akan lebih besar lagi sehingga dapat menyentuh pembangunan lainnya ,” tutup Heru.

Pantauan media dilapangan kegiatan pembangunan jembatan gantung yang terdapat di wilayah Kecamatan Maje sudah bekerja dan jembatan gantung yang akan di bangun dari titik Nol sebab jembatan gantung yang lama sudah tidak bisa direhab lagi, keadaan jembatan gantung rusak berat oleh terjangan air beberapa tahun yang lalu.

Kepala Desa Arga Mulya Samirin kepada media menyampaikan, sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kaur dan BPBD yang telah merespon keluhan warganya sehingga jembatan gantung yang rusak dapat dibangun kembali dengan lebih besar dan panjang serta tinggi, sehingga suatu saat air meluap maka jembatan gantung tersebut tidak terkena terjangan derasnya arus sungai ,” ujar Kades. (Marjhon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *