Wartainspirasi.com, Kaur — Bertempat di Kantor Desa Muara Dua Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur Provinisi Bengkulu, kepala desa Ansori beserta perangkat didampingi oleh perwakilan Polsek Nasal, Babinsa, ketua BPD berserta anggota, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta seluruh masyarakat yang bersengketa lahan, Selasa (14/6/22) mengadakan musyawarah.
Untuk mencari solusi yang baik agar pihak penjul lahan ke PT dan pemilik lahan warganya supaya dapat di selesaikan secara kekeluargaan , namun untuk berkaitan jual ke PT CBS itu nanti tunggu Bagaimana hasil yang di simpulkan oleh manajemen nya ,ujar kepala desa Muara dua Nasal Ansori memalui Sambungan seluler ke media.
Kades katakan sambil menuggu penyelesaian dari pihak BPN kaur yang mengukur lahan yang di sengketakan ,kami sebagai pemerintahan desa sudah merancang agar persoalan lahan yang masuk ke HGU PT itu bisa terang benderang persoalannya , suapaya tidak lagi saling mengalahkan antar sesama , sebab pemikiran sudah jelas bahwa lahan yang masuk ke HGU itu adalah lahan masyarakat dan lahan desa.
Namun untuk memastikan siapa dan dari mana ,tentu di sinilah kita ajak duduk bersama dengan masyarakat supaya bisa kelir dan urusannya selesai , nanum bila mana persoalan ini tidak bisa di tuntaskan di desa maka kita serahkan saja ke penegak hukum , agar dapat di proses sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada .
dan kata kades untuk kesimpulan dalam pertemuan hari ini , bahwa dalam Minggu ini pihak pemilik lahan akan menghadap juga ke pihak PT CBS ,untuk berkoordinasi tentang lahan warga yang di jualkan oleh pihak penjual tersebut , sambung kades
Namun kata dia ,untuk persoalan Sengketa lahan HGU ke PT ini , sepertinya sudah ada titik terang nya , sebab dukungan dari pihak eksekutif dan legeslatif serta lembaga lainnya ikut membantu dalam penyelesaian ini , semoga saja dalam waktu dekat persoalan lahan bersengketa ke pihak PT sawit dapat selesai dengan baik ,hanya saja persoalan di warga kita ini lah yang kita upayakan agar si pihak pemilik lahan dan penjual dapat sama- sama di selesaikan dengan baik di tingkat desa,” harap Kades. (Marjhon)







