Kaur — Ditahun 2022 program Pemerintahan Kabupaten Kaur melalui Dinas PUPR Cipta Karya mendapatkan bantuan toilet individu kepada masyarakat Desa yang ekonomi masih esktrim.
Dimana Sebanyak 15 Desa dan masing-masing desa sebanyak 50 unit toilet individu telah dibangun Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Bengkulu pada tahun 2022 di Kabupaten Kaur.
Toilet individu tersebut dibangun melalui program Sanitasi Perdesaan (Sandes) Padat Karya yang dibiayai dengan dana APBN TA 2022.
Dengan telah dibangunnya toilet individu tersebut tentunya masyarakat Desa mulai menerapkan hidup bersih dan sehat dari Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di aliran sungai dan kebun pun mulai ditinggalkan.
Untuk program Sandes tahun 2022 di Kaur ini penyediaan Septic tank nya beda pada umumnya karena septictank di gunakan ialah yang modren sehingga tidak lagi membuat lubang septic tank biasa karena septictank dibeli secara langsung ke pabrik (Pabrikasi) dan Antibiotic.
Kepala Dinas PUPR, Ismawar melalui Kabid Cipta Karya Wawanto ST, membenarkan kalau untuk program sandes Toilet individu yang di ada di 15 desa di kaur telah menggunakan Septic tank anti biotic,
Di mana Kabid menjelaskan septictank anti biotic ini Suatu produk yang di rancang khusus sebagai pengganti safety tank konvensional yang terbuat dari bahan fiberglass yang bermutu tinggi dan anti korosi.
Dilengkapi dengan system pengolahan limbah tinja dari wc dengan biofilter dan bioball sebagai penyaring dan rumah bakteri pengurai yang berfungsi untuk memetabolisme tinja sehingga sisanya cairannya yang sudah dapat dibuang melalui pipa outlet yang sudah ramah lingkungan.
Serta dilengkapi dengan tabung disinfektan yang dapat diisi dengan tablet disinfektan pembunuh kuman bakteri di akhir pembuangannya sehingga cairannya sudah aman dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Ia tambahkan, septic tank tidak memerlukan lahan yang luas, hal ini disesuaikan dengan keperluan septic tank yang diperlukan dan ukuran lahan yang dapat dipakai untuk septic tank yang telah disediakan.
Jadi kata Kabid, dapat disesuaikan dengan yang ada dalam tahap teknis pemasangan septic tank biotech antara pipa yang berasal dari closet menuju septic tank biotech harus disesuaikan kemiringannya.
Supaya air limbah dapat mengalir dari closet menuju septic tank biotech sehingga air limbah domestik tersebut dapat diolah didalam septic tank biotech dan air yang telah diolah tersebut dapat keluar lagi sudah ramah lingkungan dan tidak mencemari air tanah maupun saluran lain,” terang Wawanto.
Saat dikonfirmasi apakah digunakan septic tank pabrikasi tidak mengurangi tenaga kerja dan tidak merugikan penerima manfaat?, ia jelaskan untuk pekerja akan diatur sesuai kebutuhan.
Kemampuan masyarakat yang diatur oleh Ketua Kelompok Swadya Masyarakat (KSM) mengenai masyarakat dirugikan kurasa itu tidak mungkin sebab septic tank diberikan pada warga penerima manfaat berkelas standar rumah tangga modern.
Namun kami jelaskan untuk masuk ke persoalan belanja barang dan jasa itu hak penuh diatur oleh ketua Kelompok, baik mengenai belanja pabrikasi mapun tenaga kerja untuk harga septic tank yang mereka beli itu atas rundingan dari ketua KSM kepada pihak perusahaan,” tambahnya.
Kalau pun nanti ada hal yang kurang sesuai atau ada indikasi Markup terhadap belanja barang dan jasa maka dari pihak Fasilitator lah sebagai perpanjangan tangan dari Dinas intuk mengevaluasi nya ,” tutup Kabid. (Marjhon)









