WARTAINSPIRASI.COM — Setelah ambruk Abuetmen jembatan KM 1 di Jalan Desa Linau Kecamatan Maje menuju Desa Tanjung Aur akibat termakan usia, disinyalir belum ada respon baik dari Pemda maupun Dinas PUPR sehingga jembatan yang sudah diperkirakan 15 tahun semakin parah kerusakannya.
Sehingga warga dari manapun terutama warga Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje akan melewati jembatan ini merasa ngeri dan was-was , pasalnya abuetmen nya sudah turun dari permukaan jalan sehingga posisi jembatan ini miring dan rendah.
Untuk mensiasati agar warga lancar melintas maka Kepala Desa Tanjung Aur bersama tokoh masyarakat Jhoni Andrean yang merupakan Desa Linau dibantu seluruh BPD, Perangkat Desa dan masyarakat tergabung memasang jembatan ini dengan batang kelapa panjang sekitar 15 meter.
Terpantau media Wartainspirasi.com
Kepala Desa memimpin langsung kegiatan gotong royong memasang lantai jembatan, beberapa hari yang lalu warga telah gotong royong memasang batang kelapa untuk dijadikan langgar jembatan.
Kepala Desa Tanjung Aur, Supriyadi saat dibincangi media ini mengatakan, kami memasang jembatan menggunakan batang kelapa agar warga yang melewati Jembatan lancar hari ini insyallah lantai selesai.
berkat kerjasma warga kita baik dengan saudara kita Jhoni Andrean Putra Pak Juraidi Waka l DPRD Kaur, Bhabinkamtibas, Babinsa dan semua kalangan masyarakat yang tergabung , ada yang memberikan dan dibawa batang kelapa ke sini.
Karena sumber batang kelapa diambil jauh dari lokasi dan ada yang membawa papan dan semua terlibat untuk melancarkan pekerjaan kita ini, mudah-mudahan jembatan batang kelapa ini bisa awet sampai Pemerintah memperbaiki dan membangun jambat KM 1,” harap Kades.
Keterangan pihak Dinas PUPR terkait akan dibangunnya jembatan KM1 tahun 2023 belum ada kepastian yang di dapat sebab anggaran yang diperuntukkan mencapai setengah milyar lebih. (Mj)













