Merasa Dirugikan, Ibu-ibu Datangi Sekretariat PWI Kaur Beberkan Hal Ini

WARTAINSPIRASI.COM — Keluarnya pengumuman kelulusan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang dilaksanakan KPU Kaur, pada hari Selasa (24/1/2023) didatangi dua orang ibu dari Kecamatan Muara Sahung Kabupaten Kaur. Keduanya menyampaikan keluhan berkaitan tentang perekrutan PPS dan Sekretariat Panwascam Tahun 2023.

Ibu Erna Suryati merupakan ASN aktif ini mengaku kepada sejumlah awak media, dirinya merasa dibohongi dan dimintai uang Rp. 7 juta oleh oknum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebagai “pelicin” agar anaknya bisa lulus menjadi Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Desa Muara Sahung.

Demi anaknya, beliau mengaku mengindahkan permintaan itu supaya anaknya bisa lulus PPS, hanya saja belum lagi uang diberikan anaknya justru dinyatakan tidak lulus.

“Anak saya mendapat nilai CAT nomor dua besar tapi, jangankan lulus, 6 besar saja tidak masuk,” ujar Erna Suryati.

Erna sempat diperlihatkan nama-nama yang lulus pada Sabtu kemaren (21/1/2023) dimana nama anaknya sempat masuk nomor 3 dan dinyatakan lulus, tetapi saat pengumuman nama anaknya tidak muncul bahkan nama yang nilai tertinggi dari CAT juga tidak masuk.

Yang nomor 1 CAT saja tidak lulus dan tidak masuk 6 besar jadi sebenarnya apa yang dicari KPU dalam melakukan perekrutan ini?,” ujarnya kepada awak media.

Lain halnya dialami Disrina Aprianti, S.Pd, mengaku saat ini bekerja di Sekretariat Panwascam Muara Sahung dan ditugaskan sebagai bendahara pembantu pengawasan dan dimintai uang tunai Rp. 8 juta, namun gaji yang diharapkan tak sesuai dengan kesepakatan.

” Saya dirugikan bayar Rp. 8 juta malah digaji hanya Rp. 850 ribu perbulan jadi saya dirugikan,” dikutip dari Rasel.
dikonfirmasi lewat WhattApps kepada Ketua KPU Kaur, Yuhardi terkait laporan dan informasi yang disampaikan narasumber ini, Ketua KPU Kaur tidak menjawab hanya saja pesan WA sudah dibaca. (Mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *