Wartainspirasi.com, Magetan – Sampai dengan saat ini Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan terus melakukan upaya pengendalian dan pencegahan penyakit TBC (Tuberkulosis) hingga pada seluruh lapisan elemen masyarakat.

Upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini jika mengalami gejala sakit TBC.
Tak halnya di lingkungan Pondok Pesantren, tak luput menjadi sasaran pengendalian dan pencegahan TBC, hal ini dikarenakan lingkungan santri merupakan tempat yang berisiko tinggi penularan TBC. Seperti yang dilakukan Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Magetan laksanakan pengendalian dan pencegahan TBC di lingkup Pondok Pesantren, pada (16/07/2024).

Dijelaskan Sub koordinator P2PM Dinkes Magetan, Agoes Yudi Purnomo, saat ini di Kabupaten Magetan mempunyai target penemuan sebanyak 1662 kasus TBC.
“Target penemuan kasus TBC sebanyak 1662 orang, terhitung sejak tanggal 17 Juli telah ditemukan sebanyak 485 orang OD TBC (orang dengan TBC) dan sebanyak 471 orang di antaranya sudah menjalani pengobatan, jadi tinggal di angka 3% yang mungkin masih perlu diedukasi untuk segera memulai pengobatan” jelas Agoes.
Menurutnya, sampai dengan saat ini angka keberhasilan pengobatan sudah mencapai 81,28 persen dari target 90.00 persen.
“Dari angka keberhasilan pengobatan nya ini menandakan bahwa tatalaksana ODTBC di Kabupaten Magetan cukup bagus,” ujarnya.
Lanjut Agoes menambahkan, untuk kasus TBC anak ada sebanyak 47 anak usia <14 tahun (9,6% dari total kasus), artinya mengalami penurunan dibanding OD TBC anak tahun sebelumnya.
Ia mengaku, untuk skrining di area Ponpes sendiri sudah dilakukan kurang lebih selama 2 tahun berjalan, dan mendapat respon yang positif dari pimpinan maupun pengurus ponpes.
”Kegiatan ini memang rutin kami laksanakan, dari skrining (deteksi dini) hingga ke investigasi kontak, jika ditemukan salah satu santri positif maka akan kami lakukan pengobatan. Alhamdulillah kemarin, kami juga mendapat dukungan Mobil Rontgen dari RSUD Dungus,” tambahnya.
Tak hanya itu, pada pelaksanaan skrining TBC di wilayah Ponpes, ia berharap agar Pimpinan Ponpes lebih bijak dalam menyikapi penyakit TBC tersebut.
”Hal yang melatar belakangi kami untuk melakukan skrining TBC di wilayah Pondok Pesantren sendiri, karena Santri itu sangat rentan tertular penyakit tersebut apalagi ditambah lingkungan yang saling bersinggungan (kontak langsung) dengan teman-teman nya. Untuk itu kami berharap agar Pimpinan maupun pengurus Ponpes agar lebih bijak menyikapi penyakit ini, salah satu dengan terus mendukung kegiatan pengendalian TBC tersebut,” tutup Agoes (Mas/Adv)







