Wartainspirasi.com – Proyek pembangunan parit beton di Desa Lasara Bahili, Kecamatan Gunungsitoli, menjadi sorotan publik.
Meskipun disambut baik oleh warga karena mengatasi genangan air, proyek ini menimbulkan pertanyaan terkait transparansi anggaran lantaran tidak adanya papan informasi di lokasi.
Proyek yang berlokasi di atas Lasara Point, tepatnya di simpang tiga menuju Jalan Mudik, sedang dalam tahap pengerjaan.
Pembangunan parit ini dilakukan untuk mengatasi masalah genangan air yang sering terjadi saat hujan lebat.
Salah satu pengguna jalan, Rezeki Zebua, menyambut positif pembangunan ini.
“Kalau hujan, air di sini bisa selutut. Motor bisa rusak kalau lewat,” ujarnya.
Jalan ini juga merupakan jalur alternatif penting bagi warga yang mengantar anak sekolah ke SMP Negeri 1 Gunungsitoli dan SMA terdekat.
Namun, kekecewaan muncul karena tidak adanya papan informasi proyek yang memuat rincian anggaran, sumber dana, dan pelaksana pekerjaan.
Kondisi ini membuat warga mempertanyakan komitmen Pemerintah Kota Gunungsitoli terhadap transparansi anggaran publik.
Warga berharap, selain cepat selesai, kualitas proyek ini bisa tahan lama. Mereka juga meminta pemerintah lebih terbuka mengenai penggunaan dana APBD agar masyarakat dapat ikut mengawasi.







