Wartainspirasi.com – Ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Ono Niha Bersatu memadati kawasan Tugu Meriam dan Mapolres Nias pada Rabu (28/01/2026).
Aksi damai ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sekaligus ungkapan kekecewaan mendalam atas rentetan peristiwa yang dinilai mencederai martabat masyarakat Nias.
Ketegangan ini bermula pada 22 Januari 2026, saat Aliansi Masyarakat Peduli Kepulauan Nias (AMPERA) hendak mendeklarasikan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias di kawasan Tugu Meriam.
Namun, kegiatan tersebut dihadang oleh sekelompok oknum yang mengklaim kawasan tersebut sebagai milik kelompok tertentu.
Penghadangan ini menuai kritik tajam, mengingat Tugu Meriam merupakan simbol sejarah perjuangan melawan penjajah yang seharusnya menjadi milik kolektif seluruh rakyat Nias, bukan milik golongan tertentu.
Situasi semakin memanas setelah beredarnya unggahan dari akun Facebook bernama @julkkfli.
Dalam narasinya, akun tersebut menyebut bahwa masyarakat Nias tidak memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
Pernyataan tersebut viral dan dianggap sebagai penghinaan rasis yang merendahkan harga diri masyarakat Ono Niha secara keseluruhan.
Dalam orasinya di depan Mapolres Nias, koordinator aksi menegaskan bahwa gerakan ini adalah murni panggilan jiwa untuk menjaga kehormatan leluhur dan masa depan generasi Nias.
Terdapat dua poin utama yang menjadi tuntutan massa, mendesak Polres Nias untuk segera menangkap dan memproses hukum pemilik akun @julkkfli atas dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap martabat masyarakat Nias.
Menegaskan kembali bahwa Tugu Meriam adalah simbol persatuan milik bersama yang tidak boleh diklaim secara sepihak oleh kelompok mana pun.
“Kami datang dengan damai untuk menuntut keadilan. Jangan biarkan persatuan kami dipecah belah oleh pernyataan yang merendahkan SDM kami. Kami mendesak aparat bergerak cepat agar kondusivitas di Kepulauan Nias tetap terjaga,” ujar salah satu orator aksi.
Hingga berita ini diturunkan, massa menyatakan akan terus mengawal kasus ini sampai ada tindakan nyata dari penegak hukum.
Masyarakat berharap Polres Nias bertindak responsif demi menjaga harkat, martabat, serta stabilitas sosial di Kota Gunungsitoli dan sekitarnya.







