Wartainspirasi.com – Polemik pengelolaan parkir di Kota Bengkulu kembali memanas. Sejumlah juru parkir (jukir) yang bertugas di Zona VI kawasan Panorama mendatangi kantor Bappeda Kota Bengkulu untuk menyampaikan protes terkait kebijakan pengelolaan lahan parkir di wilayah tersebut, Selasa (20/4/2026).
Perwakilan jukir Zona VI, Julius Anderi Putra, menyatakan keterkejutannya atas keputusan pemerintah kota yang secara tiba-tiba tidak lagi mengizinkan kelompoknya mengelola parkir di area tersebut tanpa alasan yang jelas.
Julius mengungkapkan bahwa dirinya dan rekan-rekan telah mengelola parkir di wilayah Jalan Kedinding dan Jalan Belimbing selama kurang lebih 20 tahun. Pekerjaan ini merupakan satu-satunya tumpuan ekonomi untuk menghidupi keluarga mereka.
“Kami sangat terkejut. Tanpa ada pembicaraan atau alasan yang jelas, tiba-tiba kami tidak diperbolehkan lagi mengelola lahan yang sudah kami jaga selama puluhan tahun. Ini adalah urusan perut, pekerjaan sehari-hari kami untuk menyambung hidup,” ujar Julius kepada awak media.
Dalam penyampaian keberatannya, Julius menegaskan bahwa selama dua dekade mengelola Zona VI, pihaknya selalu patuh pada aturan dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Tidak pernah ada kendala atau masalah administratif yang mendasar hingga munculnya rencana pengalihan pengelolaan ke pihak lain.
Ia berharap pihak terkait di Pemerintah Kota Bengkulu dapat mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dengan mengedepankan azas kebersamaan.
“Kami berharap wilayah parkir yang kami kelola bisa kembali normal. Kami ingin pihak pemerintah mempertahankan jukir yang lama agar tidak menimbulkan gejolak di lapangan. Kami masih berupaya melakukan negosiasi agar ada jalan tengah yang adil,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Bappeda maupun dinas terkait di Pemerintah Kota Bengkulu mengenai alasan di balik rencana pengalihan pengelolaan parkir di Zona VI Panorama tersebut.













