Wartainspirasi.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Pulau Panggung menggelar acara sosialisasi strategis mengenai pembuatan pupuk Bokashi bagi masyarakat setempat.
Kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Pulau Panggung, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah ini berlangsung pada Rabu (13/5/2026).
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak lintas sektoral, menunjukkan pentingnya sinergi dalam pembangunan desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Talang Empat, Kapolsek, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta Dinas Pertanian. Selain itu, tampak hadir jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tenaga Ahli Pendamping Profesional Desa, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, tokoh masyarakat, serta warga desa yang antusias mengikuti jalannya sosialisasi.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pulau Panggung, Nurul Ikhsan, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan respon nyata terhadap kebutuhan dasar warga desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
“Sosialisasi pembuatan pupuk Bokashi ini dilakukan bukan tanpa alasan. Mengingat wilayah desa kita mayoritas mengandalkan sektor pertanian, maka dipandang sangat perlu membekali masyarakat dengan pengetahuan teknis mengenai pupuk,” ujar Nurul.
Menurutnya, pupuk merupakan komponen paling krusial dalam menunjang hasil panen. Dengan mahalnya harga pupuk kimia atau keterbatasan stok, penguasaan teknologi pupuk organik seperti Bokashi dianggap sebagai solusi jangka panjang.
“Pupuk adalah penunjang utama hasil pertanian yang berdampak langsung bagi pendapatan masyarakat. Dengan pengetahuan pembuatan pupuk Bokashi secara mandiri, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pupuk di desa sendiri secara swadaya,” harap Kades.
Upaya Pemdes Pulau Panggung dalam mendorong kemandirian pupuk ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak Kecamatan Talang Empat serta BPD.
Mereka menilai langkah ini sangat tepat untuk menekan biaya produksi pertanian sekaligus menjaga kualitas unsur hara tanah di wilayah Desa Pulau Panggung.
Melalui sosialisasi ini, para petani diberikan edukasi mulai dari pemilihan bahan baku organik, proses fermentasi, hingga teknik aplikasi di lapangan.
Dengan adanya pendampingan dari Dinas Pertanian dan para pendamping desa, diharapkan program ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi, namun berlanjut pada produksi massal oleh kelompok tani setempat.







