Wartainspirasi.com – Kepala Desa Pondok Kelapa, Alamsyah, memberikan klarifikasi resmi terkait fenomena berubahnya warna air Sungai Lemau yang sempat menjadi sorotan publik.
Saat ditemui di ruang kerjanya Kantor Desa Pondok Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah pada Kamis (2/7/2026), Alamsyah meluruskan isu miring yang beredar di tengah masyarakat.
Alamsyah membenarkan bahwa fenomena air berwarna hitam tersebut memang sempat terjadi pada 19 Juni 2026 lalu.
Namun, berdasarkan pengecekan langsung di lapangan setelah menerima laporan warga, kondisi tersebut dipastikan hanya berlangsung dalam waktu yang sangat singkat.
“Kondisi itu hanya berjalan sesaat, kurang lebih dari jam 14.00 WIB sampai dengan jam 16.30 WIB. Setelah itu air Sungai Lemau kembali normal seperti biasa,” kata Alamsyah kepada awak media ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kades Pondok Kelapa ini menepis keras kabar burung yang menyebutkan bahwa perubahan warna sungai disebabkan oleh pembuangan limbah perusahaan.
Meskipun pihak pemerintah desa belum mengetahui secara pasti penyebab ilmiah di balik perubahan warna tersebut, Alamsyah menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada laporan kerugian maupun dampak negatif yang dirasakan masyarakat.
“Isu yang menduga itu limbah perusahaan, itu tidak benar. Sampai saat ini belum ditemukan keluhan dari warga setempat. Air Sungai Lemau ini memang tidak bisa dipastikan, terkadang airnya juga mengeluarkan warna kuning,” jelasnya.
Meskipun sempat memicu perbincangan, Alamsyah memastikan situasi di desa tetap kondusif. Peristiwa tersebut murni kejadian spontan yang tidak sampai menimbulkan gejolak sosial atau mengganggu ketenteraman warga.
“Tidak ada permasalahan di kalangan masyarakat. Kejadian itu hanya spontanitas sesaat. Sampai saat ini warga, khususnya nelayan sungai, tetap beraktivitas seperti biasa,” pungkas Alamsyah.







