Wartainspirasi.com – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Bengkulu Tengah terus mematangkan persiapan penyusunan data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Langkah ini dilakukan guna memenuhi permintaan data dari Pemerintah Pusat sekaligus menjaga stabilitas lahan pangan di daerah.
Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri, S.P., M.T., menyatakan bahwa pihaknya saat ini gencar membangun koordinasi lintas sektor, terutama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Bengkulu Tengah.
“Koordinasi antara Dinas Pertanian dengan Dinas PU berjalan dengan sangat baik. Kemarin kami sudah melakukan sharing atau berbagi data terkait LP2B karena data ini memang sudah diminta oleh Pusat,” ujar Helmi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (10/7/2026).
Meskipun koordinasi internal berjalan lancar, Helmi menjelaskan bahwa progres penetapan final masih menunggu data krusial dari pihak Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Data yang dimaksud adalah Lahan Baku Sawah (LBS) yang saat ini sedang dalam tahapan pemutakhiran.
“Sekarang kami masih menunggu data LBS dari ATR/BPN. Karena saat ini mereka sedang melakukan pemutakhiran data, prosesnya sedang berjalan,” tambahnya.
Selain melakukan sinkronisasi data fisik lahan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah juga bersiap melakukan penyesuaian dari sisi regulasi.
Helmi membocorkan bahwa Peraturan Daerah (Perda) tentang LP2B yang lama akan segera dievaluasi.
Langkah ini diambil agar payung hukum yang digunakan relevan dengan dinamika pembangunan dan kondisi geografis Bengkulu Tengah saat ini.
“Untuk LP2B, Perda lama nantinya akan dilakukan revisi guna menyesuaikan dengan kondisi sekarang,” tutup Helmi.













