Wartainspirasi.com — Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, Pemerintah Kabupaten Barru bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Barru terus memperkuat kepedulian terhadap kebutuhan air bersih masyarakat.
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama Ketua PMI Kabupaten Barru Muhammad Yulianto Badwi turun langsung dalam kegiatan Distribusi Air Bersih dan Promosi Kebersihan: Bijak Menggunakan Air, bagian dari Operasi Kemanusiaan Kekeringan 2026, di Lingkungan Padongko, Kelurahan Mangempang, Kecamatan Barru, Selasa sore (18/8/2026).
Bukan sekadar menyerahkan bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mendengar kondisi masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai penggunaan air secara bijak, kebersihan air, dan pentingnya menjaga kesehatan selama musim kemarau.
Bupati Andi Ina Kartika Sari hadir menyapa warga dan memastikan distribusi bantuan berlangsung tertib serta merata.
Bersama Ketua PMI Kabupaten Barru dan pengurus, Sekda Barru, Kepala BPBD, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Barru, Ketua PMI Kecamatan Barru, Bupati turut mengikuti sosialisasi mengenai pemanfaatan air bersih dan promosi kebersihan.
Dalam sosialisasi tersebut, Ketua PMI Kabupaten Barru Muhammad Yulianto Badwi mengatakan masyarakat perlu tetap siaga karena kemarau diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
PMI berharap hujan mulai turun pada Oktober atau awal November sehingga tekanan terhadap kebutuhan air bersih masyarakat dapat berkurang.
“Bapak, Ibu, harus ki semua siaga dalam menghadapi kemarau yang panjang,” ujar Yulianto.
Menurutnya, Padongko menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena pada musim kemarau masyarakat menghadapi keterbatasan air bersih.
Melalui program PMI Provinsi, Kabupaten Barru menjadi salah satu dari enam kabupaten yang mendapatkan dukungan distribusi air bersih. Program tersebut telah berjalan sekitar dua pekan dan menjangkau tiga kecamatan dengan tujuh titik layanan.
Hingga kegiatan berlangsung, PMI Kabupaten Barru telah mendistribusikan sekitar 130.000 liter air bersih, dengan rata-rata penyaluran mencapai 10.000 hingga 15.000 liter per hari.
Yulianto menegaskan, bantuan air bersih perlu diikuti perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan air.
“Bijak ki menggunakan air. Jangan sampai air minumta kurang,” pesannya.
Ia mengajak masyarakat memprioritaskan air untuk kebutuhan minum. Sementara kebutuhan mandi, mencuci, dan aktivitas rumah tangga lainnya dilakukan secara efisien.
“Intinya mandi itu bukan banyak air, intinya mandi itu bagaimana badan bersih dan sehat,” jelasnya.
Menurut Yulianto, kondisi cuaca yang panas juga perlu diikuti dengan perhatian terhadap kecukupan cairan tubuh. Masyarakat diingatkan agar tidak sampai kekurangan air karena kondisi tersebut dapat menyebabkan dehidrasi.
Ia juga menyampaikan bahwa kondisi panas dan kurangnya asupan air perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada kesehatan. Dalam sosialisasinya, Yulianto turut mengingatkan masyarakat mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebagai salah satu gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan dalam kondisi tersebut.
Edukasi juga diarahkan pada kebersihan tempat penyimpanan air. Tandon, ember, dan bak air harus dibersihkan dan dijaga agar tidak menjadi sumber pencemaran.
Khusus air untuk konsumsi, wadah harus dipastikan bersih, tertutup, dan jauh dari tempat sampah maupun bahan yang berpotensi mencemari air.
“Wadah untuk yang diminum jangan sampai terkontaminasi,” kata Yulianto.
Masyarakat juga diingatkan memastikan keran tertutup dengan baik agar tidak ada air yang terbuang percuma.
Dalam kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Barru turut membagikan ember kepada masyarakat untuk mendukung pemanfaatan dan penyimpanan air bersih.
Bupati Andi Ina Kartika Sari mengapresiasi langkah PMI yang menghadirkan bantuan sekaligus edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, menghadapi kemarau membutuhkan kerja bersama, bukan hanya antara pemerintah dan PMI, tetapi juga keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan menggunakan air secara bertanggung jawab.
Operasi Kemanusiaan Kekeringan 2026 menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih sekaligus semakin sadar bahwa setiap tetes air perlu digunakan secara bijak, terutama selama musim kemarau.













