Wartainspirasi.com — Pemerintah Kabupaten Barru terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan transformasi pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Lewat inovasi SIKECIL BERAKTA (Sistem Identitas Kelahiran Cepat, Instan, dan Legal), Pemkab Barru berupaya memastikan setiap anak yang lahir langsung mendapatkan kepastian hak identitas kependudukan dan perlindungan hukum sejak dini.
Dalam pemaparannya pada Tahap Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) PRO Tematik Tahun 2026 bersama Tim Panel Independen Kementerian PANRB di Ruang Basic Kantor Bupati Barru, Kamis (22/10/2026).
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si. menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam menjalankan pelayanan publik.
“Prinsip kami sederhana, pelayanan yang baik bukan pelayanan yang tidak pernah menghadapi kendala, tetapi pelayanan yang terus belajar dan memperbaiki diri,” ujar Bupati Andi Ina di hadapan Tim Panel Independen.
Inovasi SIKECIL BERAKTA yang diinisiasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Barru ini digulirkan sejak 7 Juli 2023.
Langkah ini diambil guna mengatasi kerumitan alur pengurusan dokumen kependudukan secara terpisah yang selama ini dialami warga.
Sebelum adanya inovasi ini, tepatnya pada tahun 2022, terdapat 3.335 anak dari total 53.071 anak usia 0–18 tahun di Kabupaten Barru yang belum memiliki akta kelahiran (cakupan 93,72 persen).
Melalui transformasi digital yang terintegrasi antara keluarga, fasilitas kesehatan (faskes), dan Dinas Dukcapil:
Keluarga cukup menyerahkan berkas persyaratan kepada petugas di tempat persalinan.
Petugas faskes memverifikasi dan mengunggah dokumen ke sistem.
Admin Dukcapil memproses validasi hingga dokumen terbit tanpa mengharuskan orang tua mendatangi kantor pelayanan.
Transformasi ini terbukti membuahkan hasil positif. Cakupan kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Barru melonjak dari 93,72 persen pada 2022 menjadi 98,41 persen, dengan jumlah anak yang belum memiliki akta menyusut drastis menjadi tinggal 858 anak.
Pemkab Barru bahkan optimistis menargetkan angka kepemilikan akta mencapai 99 persen pada akhir tahun 2026.
Tak hanya dari sisi cakupan, jangkauan layanan pun meluas secara signifikan. Jika pada tahun 2024 layanan ini baru bekerja sama dengan 2 fasilitas kesehatan.
Pada tahun 2026 jejaring kemitraannya telah berkembang pesat hingga meliput 13 fasilitas kesehatan di seluruh Kabupaten Barru.
Guna menjaga kualitas serta transparansi layanan, SIKECIL BERAKTA didukung oleh sistem dashboard monitoring and evaluation real-time yang memantau transaksi setiap faskes, rekapitulasi penerbitan, hingga menampung umpan balik dari petugas lapangan.
Sebagai salah satu finalis Top Inovasi Pelayanan Publik 2026 Kategori Elektronik dan Multikanal, SIKECIL BERAKTA diuji oleh Tim Panelis yang terdiri atas pakar akademisi, jenderal Dukcapil Kemendagri, perwakilan Kementerian Kominfo & Digital, LAN, serta media independen.
Bupati Barru berharap keberhasilan SIKECIL BERAKTA tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Barru semata, tetapi juga menjadi model referensi dan wujud insprirasi yang dapat direplikasi oleh daerah-daerah lain di Indonesia.











