Wartainspirasi.com — Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau membawa dampak hingga ke wilayah Bengkulu. Abu vulkanik dilaporkan terbawa angin selatan hingga ke Kabupaten Kaur dan Kabupaten Bengkulu Selatan pada Sabtu, 5/9/2026.
Di Kabupaten Kaur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung, sejumlah warga mulai merasakan dampaknya. Kondisi serupa juga terjadi di Bengkulu Selatan.
Debu tipis terlihat menempel di berbagai sudut rumah dan kendaraan warga.
Warga mengaku terganggu saat beraktivitas di luar rumah. Abu yang beterbangan membuat mata terasa perih seperti kemasukan pasir dan pandangan menjadi kabur.
Sebagian warga juga mengeluhkan sesak dan gangguan pernapasan, terutama saat berkendara dan bekerja di luar ruangan.
Selain mengganggu kesehatan, abu vulkanik juga mengotori lingkungan rumah. Kendaraan yang terparkir, kursi teras, lantai, hingga perabotan rumah tangga dipenuhi debu halus berwarna abu-abu.
Para ibu rumah tangga menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
“Debu yang dibawa angin selatan banyak memenuhi ruangan dalam rumah, lantai, dan perabotan rumah tangga. Hal ini sangat mengganggu,” ujar salah seorang warga di Kaur.
Peningkatan aktivitas Anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda memang terpantau beberapa hari terakhir. Berdasarkan catatan, pada Senin 17/8/2026 gunung api tersebut tercatat mengalami 20 kali erupsi dalam satu hari.
Hingga berita ini ditulis, warga menyebut belum menerima imbauan resmi dari instansi terkait mengenai dampak abu vulkanik dan langkah antisipasi yang perlu dilakukan.
Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan arahan, terutama terkait penggunaan masker, menutup ventilasi rumah, dan menjaga kebersihan lingkungan agar dampak erupsi tidak semakin meluas.













