Wartainspirasi.com, Kaur | Memasuki usia 19 tahun Kaur memisahkan diri dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Namun yang miris terkait kondisi jalan di beberapa Desa masih menjadi kendala.
Kendala yang paling memprihatinkan saat warga sakit parah untuk berobat atau masyarakat yang meninggal dunia akan di bawa ke kampung halamannya.
Hal ini sudah kesekian kalinya terjadi orang meninggal dibawa menggunakan kendaraan roda dua (motor) untuk membawa orang meninggal ke rumah duka, dulu di Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje, warga Desa Tanjung Aur meninggal di Rumah Sakit di bawa ambulance hanya sampai ke Desa Linau.
Sebab jalan menuju Desa Tanjung Aur rusak parah dan masih tanah merah. Dan kali ini kembali terjadi warga Kedataran km 30 yang sebelumnya berobat ke Rumah Sakit Kabupaten Bengkulu Selatan.
Upaya untuk sembuh tidak bisa diupayakan, lalu di antar oleh pihak Rumah Sakit diantar ke kampung halaman Desa Kedataran KM 30, akan tetapi karena kondisi jalan masih tanah merah dan rusak serta sempit.
Maka orang meninggal dibawa dengan menggunakan sepeda motor, kotak seperti peti, lalu diikat dengan karet, lalu yang meninggal tersebut ditaruh di atasnya dan ditutup dengan kain panjang.
” Beginilah keadaan warga kami saat membawa orang meninggal ke Desa Kedataran bagian atas karena kondisi jalan yang rusak dan sempit kami harus mencari alternatif dengan menggunakan motor grandong dan di buatkan peti lalu diikat kuat dengan karet dan di tumpangan lah warga yang meninggal menuju rumah duka di km 30,” keluh Kades Rahmatul Muslimin, Sabtu (12/5/22).
Ia juga berharap semoga jalan di Desa Kedataran akan menjadi pekerjaan rumah pihak DPRD dan Pemerintah dengan penuh harap supaya ada upaya untuk membangun jalan desa yang sampai saat ini masih tanah merah agar ada upaya lain setiap warga desa terpencil seperti Desa ini,” tambah Pak Kades.
Informasi didapat orang meninggal tersebut sampai di rumah duka dan akan dimakamkan oleh pihak keluarga dan kerabat. (Marjhon)









