Wartainspirasi.com, Kaur – Bupati Kaur, Gusril Pausi, S. Sos., M. AP, yang baru dilantik beberapa waktu lalu, terus berusaha menata kembali kendaraan dinas yang digunakan oleh pejabat dan pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kaur.
Salah satu kebijakan yang dijalankan Bupati adalah melakukan inventarisasi dan perbaikan terhadap kendaraan dinas yang selama ini tidak terurus dengan baik.
Baru-baru ini, Bupati Kaur menerima laporan terkait sejumlah kendaraan roda empat milik instansi Pemda Kaur yang terkumpul di halaman Gedung Serba Guna (GSG) di Jalan Padang Kempas.
Beberapa kendaraan tersebut dilaporkan dalam kondisi rusak ringan hingga rusak berat, yang menjadi perhatian serius Bupati.
Namun, upaya Bupati untuk menata aset daerah kembali menemukan hal yang mengecewakan. Pada Minggu, 16 Maret 2025, Gusril Pausi melakukan inspeksi mendalam ke sebuah bengkel di Kota Bengkulu dan menemukan sebuah mobil dinas (mobnas) jenis Toyota Avanza warna hitam yang sudah hampir setahun terparkir di sana.
Kondisinya sangat memprihatinkan, dengan ban belakang pecah, bodi mobil yang memudar akibat terjemur dan kehujanan, serta banyak lecet-lecet di beberapa bagian.
Pemilik bengkel mengungkapkan bahwa mobnas tersebut sudah lama berada di tempatnya dan tidak ada perawatan atau perhatian dari pihak instansi yang bertanggung jawab.
Diperkirakan, mobil tersebut sudah berada di bengkel selama lebih dari satu tahun tanpa ada tindakan lebih lanjut. Bupati Gusril Pausi sangat kecewa dan menyayangkan kejadian tersebut.
“Ini menunjukkan ketidakbertanggungjawaban dari pihak yang menggunakan aset daerah. Mobil ini seharusnya dipelihara dengan baik atau, jika tidak digunakan lagi, harusnya segera dilelang agar tidak merugikan anggaran daerah,” ungkap Bupati dengan nada kesal.
Bupati juga menyoroti potensi pemborosan yang terjadi karena biaya perawatan dan BBM untuk kendaraan yang tidak terpakai tetap dicairkan.
“Ini adalah salah satu contoh yang tidak boleh dibiarkan. Aset daerah harus dikelola dengan baik, bukan dibiarkan terbengkalai tanpa ada solusi,” tegasnya.
Upaya Bupati Kaur untuk menertibkan pengelolaan aset daerah ini menunjukkan komitmennya untuk mengurangi pemborosan dan memastikan bahwa setiap kendaraan dinas yang digunakan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
(Pewarta : Simarjon)













