Wartainspirasi.com, Bengkulu Selatan – Awal tahun 2021 ini, pihak Dinas Pendidikan melalui surat Nomor 420/52/Dikdas/A3/2021 mengundang seluruh Kepala sekolah TK Negeri dan Swasta, Kepala SD Negeri dan Swasta, Kepala SMP Negeri dan swasta serta Ketua K3S dan MKKS SMP se-Bengkulu Selatan.
Pemanggilan tersebut bertujuan memberikan pembinaan kepada seluruh Kepala Sekolah. Yang pertama terkait masalah adanya pungli dan yang kedua mengingatkan kembali pihak kepala Sekolah dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan topuksi.
Pembinaan seluruh Kepala Sekolah tingkat Dasar [SD] tersebut, dipusatkan di Gedunag Aula Dikbud. Kamis 14/1/2021. Dalam Kata sambutanya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rispin Junaidi M.Pd di depan Kepala Sekolah yang hadir dia menyampaikan bahwah pihaknya meminta seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP menjalankan tugas dan pungsinya secara baik dan profesional
“Kami dari pihak Dinas Pendidikan minta. Ibu-ibu, Bapak-bapak Kepala Sekolah SD mejalankan tugas dan pungsinya secara baik dan profesional, “kata Rispin.
Di katakan Rispin, “Ketika Bapak atau Ibu Kepala Sekolah, mejalankan tugas dan pungsinya secara benar. Saya yakin tidak akan ada lagi laporan yang tidak baik tetang hal-hal yang tidak baik yang ada di Sekolah. Karena terus terang saja kami banyak mendapat keluh kesah dari kawan-kawan dewan guru tentang adanya masalah pungli di sala satu sekola, “ujarnya.
Sementara itu Kabid Pendidikan Dasar, Muhardin,M.Pd menyampaikan
Larangan tidak boleh melakukan belajar dan mengajar tatap muka secara langsung, sudah barang tentu membuat proses belajar dan mengajar kurang maksimal.
“Dalam kondisi seperti saat ini, kita tetap harus bersikap positif dan serius menghadapinya. Karena metode belajar menggunakan teknologi semacam daring, menurut saya pasti lebih ampuh. Tetapi saat ini, masa transisi inilah tantangan kita, salah satu contoh keunggulan belajar secara daring adalah, dalam belajar tidak dibatas waktu, tidak dibatasi tempat atau pun ruang. Namun dampak dari ini pasti ada, sekarang penomena banyak anak yang memeriksakan matanya karena akibat belajar dengan cara daring. Tapi hal ini jangan menjadikan kita patah semangat untuk mengadakan proses belajar dan mengajar dengan metode baru ini,” demikian Muhardin. (Th Tajarman)













