Wartainspirasi.com — Secara mendadak suasana ruang Sidang Utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat menjadi hening ketika Bupati Lahat, H. Bursah Zarnubi SE menyampaikan pengakuan yang mengejutkan.
Dihadapan para “Wakil Rakyat” dirinya secara terbuka mengakui kelalaian Kepemimpinannya atas Gagalnya pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) tahun anggaran 2026.
Rasa penyesalan mendalam tak mampu disembunyikan Bursah, atas kegagalan yang berdampak langsung pada masyarakat sejumlah anggaran yang seharusnya mengalir untuk program Prioritas Rakyat kini mengendap begitu saja.
“Anggota dewan boleh menyalahkan saya. Saya tidak tahu siapa yang salah, tetapi jujur, saya malu kepada masyarakat. Ada sisa anggaran yang seharusnya bisa dirasakan manfaatnya oleh warga, tetapi gagal direalisasikan,” ungkap Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, dengan nada penuh penyesalan usai Sidang Paripurna, pada Selasa (20/10/2026).
Dalam pengakuan Bupati Lahat, keterlambatan kronis menjadi akar masalah batalnya APBD-P ini, dijelaskannya, idealnya proses KUA-PPAS APBD Perubahan dimulai sejak April dan tuntas pada bulan Juli. Namun di Lahat, pembahasan justru molor hingga akhir September saat usulan anggaran masih menumpuk.
Sehingga, akibat kekacauan Jadwal tersebut, Bursah Zarnubi mengaku, telah melayangkan teguran kerasa kepada jajarannya, termasuk Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga, Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Oleh karena itu, meski APBD-P 2026 kandas, Bursah Zarnubi menambahkan, bahwa arah Pembangunan Daerah dalam APBD Murni 2027 tidak akan goyah. Arah kebijakan tetap berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat desa sebagai fondasi kemajuan kota.
”Kita akan jalankan APBD sesuai Aspirasi bersama. Waktu kita sangat terbatas, tersisa tiga tahun lagi. Setidaknya fondasi dasar untuk Menata Kota dan Membangun Desa harus kokoh, sehingga siap dilanjutkan pada periode berikutnya,” katanya dengan lantang dihadapan Anggota DPRD Lahat.
Nah, menutup pernyataannya, Bursah Zarnubi mengungkapkan, permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat Lahat dan berjanji akan merombak total sistem penjadwalan anggaran agar kejadian serupa tidak terulang.
”Atas kekhilafan kami dalam penyusunan APBD Perubahan ini, kami menyampaikan permohonan maaf. Ke depan, pembahasan harus tepat waktu, Mei mulai dibahas dan Agustus sudah ketok palu agar program pembangunan tidak menumpuk di akhir tahun,” tutup Bupati Lahat.













