WARTAINSPIRASI.COM — Data Perhitungan (Hisab) Hilal Konjungsi (Ijtimak) awal bulan Ramadan 1442 H terjadi pada Senin, 12 April 2021 M, pukul 09.30.44 WIB atau 10.30.44 WITA atau 11.30.44 WIT. Sehingga bisa disimpulkan bahwa di wilayah Indonesia konjungsi (ijtimak) terjadi sebelum Matahari terbenam.
Hal tersebut di sampaikan oleh Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Rahmat Triyono pada siaran persnya melalui situs www.bmkg.go.id pada Minggu,(11/04/2021).
Rahmad menjelaskan bahwah Pada tanggal 12 April 2021,Matahari Terbenam paling awal di Merauke (Papua) pukul 17.37.16 WIT dan paling akhir pukul 18.46.31 WIB di Sabang, (Aceh) dengan Tinggi Hilal berkisar antara 2,62⁰ di Jayapura (Papua) sampai dengan 3,66⁰ di Tua Pejat, Mentawai (Sumatera Barat). Elongasi berkisar antara 3,83⁰ di Merauke (Papua) sampai dengan 4,77⁰ di Sabang (Aceh).
“Sedangkan Umur Bulan berkisar antara 6,11 jam di Merauke (Papua) sampai dengan 9,26 jam di Sabang (Aceh). Lag berkisar antara 13,18 menit di Jayapura (Papua) sampai dengan 17,74 menit di Tua Pejat, Mentawai (Sumatera Barat). Kecerlangan Bulan (FIB) berkisar antara 0,11 % di Merauke (Papua) sampai dengan 0,17 % di Sabang (Aceh), “jelasnya.
“Untuk Objek Benda Langit yang dapat disangka sebagai hilal adalah Venus, berjarak sudut lebih kecil 5⁰ dari bulan dan posisinya berada di sebelah Utara bulan,”kata Rahmat.
Di tambahkannya, bahwah Mekanisme pengamatan/rukyat Hilal penentu awal bulan Qomariah (Hijriyah) oleh BMKG adalah dengan memanfaatkan teleskop/teropong terkomputerisasi yang dipadukan dengan teknologi informasi.Saat pengamatan dilaksanakan, kecerlangan cahaya Hilal akan direkam oleh detektor yang dipasang pada teleskop yang secara otomatis mengikuti berubahnya posisi Bulan di ufuk Barat.
Dengan teknologi informasi, data tersebut langsung dikirim ke server di BMKG Pusat, untuk kemudian disimpan dan disebarluaskan secara online ke seluruh dunia melalui http://www.bmkg.go.id/hilal.
Memasuki bulan Ramadan 1442 H (2021 M), BMKG akan melaksanakan Rukyat Hilal pada 12 April 2021 di 29 lokasi di Indonesia : Banda Aceh, Tapanuli Tengah (Sorkam dan Barus), Padang, Bengkulu, Serang (2 lokasi), Jakarta, Garut, Kebumen, Bantul, Kulon Progo, Malang, Badung (Bali, 2 lokasi), Mataram, Waingapu, Kupang, Alor, Balikpapan, Makasar, Gorontalo, Donggala, Manado, Kolaka, Ternate, Ambon, Sorong dan Merauke.
Tim BMKG Pusat, akan pengamatan di POB Kebumen yang dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG. Di Jakarta, BMKG akan pengamatan di Ancol.
“Berdasarkan data Hilal awal Ramadan 1442 H pada 12 April 2021, dan data rekor Hilal oleh BMKG, serta keilmuan astronomi, maka jika cuaca cerah, terutama di ufuk sebalah Barat, Hilal awal Ramadan 1442 H berpotensi kecil hingga sedang untuk dapat teramati, “terangnya.
“Namun, Untuk mengawali bulan Ramadan 1442 H (2021 M), agar umat Islam Indonesia bersatu, sebaiknya menunggu keputusan Menteri Agama Republik Indonesia yang akan diumumkan pada tanggal 12 April 2021 malam,” pungkas Rahmat Triyono. (Th)
(sumber: BMKG)
—
Kirim dari Fast Notepad









