Wartainspirasi.com — Gabungan Ormas LSM Bengkulu Bersatu (GOLBE) mengecam keras dugaan kelalaian terkait terlambatnya penerbitan dan penyerahan ijazah siswa di SD Negeri 9 Kabupaten Bengkulu Tengah.
Meski dokumen tersebut kini telah diterima para siswa, GOLBE menegaskan bahwa proses pembagian tidak serta merta menghapus dugaan pelanggaran hukum dan sanksi administratif bagi pihak sekolah.
Koordinator GOLBE, Hasnul Effendi, menyuarakan kekecewaannya dan menilai penyelesaian masalah secara administratif di lapangan tidak boleh mengabaikan aturan yang berlaku.
Menurutnya, ijazah adalah hak konstitusional setiap peserta didik yang penyerahannya tidak boleh ditunda dengan alasan apa pun.
“Kami GOLBE mengecam keras terlambatnya terbit ijazah di SD Negeri 9 Benteng. Ijazah adalah hak konstitusional siswa. Walaupun ijazah sudah diberikan ke siswa, sanksi harus tetap diberikan sesuai undang-undang yang berlaku. Ini untuk efek jera agar tidak ada sekolah lain yang berani,” tegas Hasnul.
Ia menambahkan bahwa penyerahan dokumen kelulusan merupakan kewajiban dasar sekolah, sehingga penegakan aturan tetap harus berjalan sebagaimana mestinya.
“Pembagian ijazah itu kewajiban. Tapi penegakan hukum itu keharusan, biar ada efek jera,” lanjutnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkulu Tengah, Erriyanto, S.Pd., M.AP., memberikan klarifikasi mengenai tindak lanjut dari pihak dinas.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (14/9/2026), Erriyanto menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah ditangani dan pihak sekolah kini dalam tahap pembinaan.
“Dalam masa pembinaan. Sudah clear dan sudah dibagikan semua,” ujar Erriyanto saat ditanya mengenai sanksi bagi pihak sekolah.
Ia menerangkan bahwa penyerahan ijazah kepada para siswa telah selesai dilakukan di sekolah sejak dua bulan lalu, lengkap dengan bukti dokumen penyerahan.
“(Dibagi) di sekolah. Sudah dua bulan yang lalu,” ungkapnya sambil memastikan bahwa pihak dinas mengantongi dokumentasi resmi penyerahan tersebut.
Meski Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menganggap masalah selesai setelah ijazah dibagikan dan pembinaan berjalan, GOLBE tetap mendesak adanya langkah tegas dan evaluasi transparan agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain.







