Wartainspirasi.com — Dalam menghadapi musim kemarau panjang yang terjadi setiap tahunnya, ternyata “Sungai Lematang” tetap menjadi “Solusi” Nomor satu bagi masyarakat Kabupaten Lahat.
Warga Bumi Seganti Setungguan memilih menggunakan “Sungai Lematang” dibelakang PDAM Lahat Tengah kecamatan Lahat untuk mencuci, mandi, dan lain-lainnya, pada Jum’at (10/7/2026)
Pantauan dilapangan ratusan warga yang datang dari berbagai kelurahan dalam wilayah Kabupaten Lahat ini, menyerbu ‘Sungai Lematang’ hanya untuk kebutuhan sehari-sehari dalam mencuci, mandi, dan lain-lainnya.
Silih berganti ratusan masyarakat Kabupaten Lahat yang datang untuk mencuci, mandi, dan lain-lainnya, dibelang tempat Penampungan Air milik PDAM Lahat, Lahat Tengah kecamatan Lahat.
“Kami memilih dibelakang Penampungan Air milik PDAM Lahat ini, selain tempat lokasinya cukup luas, juga ramai dan, air disini cukup bersih,” ujar Dewi Anggraeni (44) warga kelurahan Talang Jawa Selatan, saat dibincangi usai mencuci, pada Jum’at (10/7/2026).
Ia mengaku, setiap tahun saat memasuki musim kemarau, dirinya bersama keluarga selalu mendatangi Sungai Lematang sebagai Solusi untuk mencuci, mandi, dan lain-lainnya.
“Iya mas, kami sekeluarga selalu mencuci, mandi, dibelakang Penampungan Air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lematang Kabupaten Lahat kelurahan Lahat Tengah kecamatan Lahat, dilokasi ini airnya bersih, dan selalu ramai terus dikunjungi,” tambahnya.
“Tidak bisa dipungkiri setiap tahun kami selalu menjadi “Sungai Lematang” ini menjadi Solusi dalam menghadapi kemarau panjang,” kata Pendi (46) warga kelurahan Pasar Lama kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.
Namun, yang disesalkan Pendi, hingga, saat ini Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lahat, belum menemukan solusi dalam membantu masyakat di Bumi Seganti Setungguan ini.
“Harapan kami masyarakat, pihak Pemerintah Daerah bisa mencarikan solusi air bersih untuk “Jeme Lahat” dalam menghadapi atau memasuki musim kemarau panjang ini. Sementara, kalau kami membeli air, yang biasa diantar oleh mobil L300 tersebut, akan menambah biaya lagi,” keluh Pendi.








