Memperingati Hari Pers Nasional Ketua PWI Kaur Meminta Jaga Kekompakan 

BENGKULU, Berita, Daerah, Kaur291 Dilihat

Wartainpirasi.com, Kaur — Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kaur, Muhammad Isnaini S.Kom berpesan agar anggota PWI Kaur harus menjaga kekompakan dalam menjalankan profesi sebagai Jurnalis termasuk grup ibu-ibu Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) yang sudah resmi di Kabupaten Kaur.

” Hut PWI selalu di peringati setiap tahunnya tepatnya tanggal 9 Februari, juga bertepatan dengan hari lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). HPN merupakan penghargaan bagi seluruh Insan Pers yang berkontribusi memajukan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tidak terlepas dari sejarah PWI, organisasi wartawan pertama di Indonesia yang berdiri pada 9 Februari 1946 di Surakarta,” sampai Isnaini.

PWI lahir di tengah perjuangan dan pertahanan Kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan, Wartawan pada masa itu memiliki peran ganda, yaitu sebagai aktivis Pers yang menyebarkan informasi dan penerangan, serta sebagai aktivis politik yang terlibat dalam gerakan perlawanan.

Berkaca dari sejarah itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaur, Muhammad Isnaini S.Kom mengajak segenap anggota PWI Kaur dan IKWI Kaur untuk meneruskan perjuangan para pendahulu kita, di mana saat ini fungsi wartawan masih tetap sama dengan fungsi wartawan pada saat itu.

“ Tentunya kewajiban kita selaku insan pers harus menulis sesuai dengan aturan pers, apa itu aturannya, saya yakin segenap wartawan yang tergabung di PWI semua sudah mengetahuinya,” ungkap M. Isnani.

Lebih lanjut, M. Isnaini mengatakan, sesuai Tema Hari Pers Nasional 2024 adalah “ Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa”. Tema ini juga berkaitan dengan peran jurnalis di tahun politik, dia mengatakan pers tidak hanya berperan dalam mengawal dan menjaga pesta demokrasi yang sedang dan akan datang, namun juga menumbuhkan literasi publik mengenai kesadaran politik.

“ Supaya Pemilu ini berjalan lebih fair, ada peran media, Pers dalam prosesnya yang ikut melakukan edukasi-edukasi politik, tentunya kita selaku jendela informasi harus memuat informasi yang benar, tidak mengandung unsur sara dan hoax, sebab dari tulisan para wartawan, bisa membuat suasana yang adem menjadi gerah, sebaliknya dari suasana yang panas dapat menjadi adem,” tutup orang nomor satu di PWI Kaur. (Mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *