Pelatihan Warga Saombo Gunungsitoli Dipertanyakan, Diduga Tak Tepat Sasaran

Wartainspirasi.com – Pelaksanaan kegiatan Pelatihan Keterampilan Berbasis Masyarakat di Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli, tahun anggaran 2025, santer dikabarkan belum berjalan efektif dan diduga menyalahi sasaran program pemerintah.

Kegiatan yang seharusnya melibatkan masyarakat luas, disinyalir justru didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai di lingkungan kantor kelurahan.

Informasi ini mencuat setelah beredar luas foto pelaksanaan pra-latihan kegiatan Pelatihan Keterampilan Masyarakat dari Bahan Bekas di Kantor Kelurahan Saombo pada Rabu (3/12/2025) lalu.

Sejumlah foto yang beredar memperlihatkan peserta kegiatan hanya terdiri dari beberapa ASN, tenaga honorer, dan siswa/i yang sedang melaksanakan praktik kerja lapangan (Prakerin).

Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa pelaksanaan kegiatan tidak efektif, bahkan berpotensi sarat praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa pelatihan tersebut semestinya melibatkan masyarakat yang lebih membutuhkan pembinaan dan penguatan kapasitas, seperti putra-putri remaja, pengangguran yang tidak melanjutkan studi, dan ibu rumah tangga yang memiliki minat mengembangkan talenta kerajinan.

“Kami menduga ada penyimpangan. Kegiatan ini masih belum berjalan efektif karena pesertanya didominasi oleh para ASN Kantor Lurah,” ujar sumber tersebut.

Warga berharap agar pihak Kelurahan Saombo lebih cermat dalam menjalankan kegiatan pemberdayaan.

“Harus lebih jeli melihat kearifan lokal dan sasaran yang tepat, karena ini mencirikan perwujudan program Astacita Presiden di tingkat desa dan kelurahan,” tambahnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Erlita Ndruru, salah seorang ASN Kantor Kelurahan Saombo yang menjadi peserta, membenarkan bahwa peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut hanya terdiri atas ASN dan pegawai di Kantor Kelurahan Saombo.

Namun, dirinya enggan merinci lebih jauh mengenai mekanisme pelaksanaan.

Menanggapi dugaan ini, Lurah Saombo, Diki Elnanda Caniago, M.H., membenarkan bahwa kantornya memiliki program kerja urusan pemberdayaan masyarakat yang termuat dalam DPA tahun anggaran 2025, yakni Pelatihan Keterampilan Masyarakat Terbuat dari Bahan Bekas, seperti pembuatan topi dan kerajinan lainnya.

Lurah Diki menjelaskan bahwa foto yang beredar itu adalah bukan puncak kegiatan, melainkan sesi pertemuan dan pra-latihan bersama calon tutor yang ditunjuk, termasuk melibatkan pegawai di Kantor Lurah setempat.

“Hingga saat ini masih dalam proses menjelang pelaksanaan. Foto yang diabadikan pada ruang Pra Latihan Rabu lalu itu kemudian beredar di luar, dan itu bukan puncak kegiatan,” tegas Lurah Diki.

Ia memastikan bahwa ke depan pihaknya telah melakukan identifikasi relevansi peserta kegiatan yang ditargetkan tepat sasaran.

Peserta yang akan dilibatkan nantinya mencakup Kader Tim Penggerak PKK, warga Kelurahan Saombo, pelajar, remaja, atau ibu rumah tangga yang ingin mendukung ekonomi keluarga, terutama para suami yang mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan.

Lurah Diki Elnanda Caniago berkomitmen untuk menjunjung tinggi asas transparansi dalam pelaksanaan program dan siap menerima masukan dari elemen masyarakat Saombo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *