Laporan: Th Tajarman
BENGKULU SELATAN, Wartainspirasi.com – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan melalui Dinas Kesehatan pada tahun ini membangun Gedung Isolasi Pasien Covid-19 yang berlokasi di Belakang RSUD Hasanudin Damrah. Namun Gedung tersebut hingga saat ini belum sempat digunakan, gedung isolasi pasien Covid-19 itu didapati mengalami kerusakan di beberapa bagian. Di duga pembangunan Gedung tersebut di kerjakan asal jadi.
Pantauan wartainspirasi.com beberapa waktu yang lalu menemukan beberapa bagian gedung telah rusak,diantaranya dinding dan coran lantai retak-retak, serta pengecetan begitu tipis. Selain itu, pengerjaan finishing bangunan secara keseluruhan juga diduga belum maksimal.
Padahal, anggaran dikucurkan untuk pembangunan gedung —saat dipantau awak media mirip markas hantu— dalam kawasan RSUD Hasanudin Damrah ini lumayan fantastis, yakni mencapai Rp 3 miliar.
Sayangnya, beberapa kali upaya mengkonfirmasi PPTK Dinas Kesehatan Bengkulu Selatan belum membuahkan hasil, ruang kerja tergembok rapi pada jam kerja.
Ambulans dan Alkes
SELAIN proyek pembangunan gedung isolasi Covid-19 yang hingga kini masih misterius, pengadaan mobil ambulans dan alat-alat kesehatan (Alkes) 14 PKM juga diduga belum beres hingga kini.
Menurut penjelasan PPK, Yudi, proyek pengadaan satu unit mobil ambulans dan Alkes tersebut menggunakan anggaran negara sekitar Rp 443 juta, dan bakal terselesaikan bulan ini.
Keterlambatan pengadaan mobil ambulans dan Alkes, kata Yudi, disebabkan dua kali lelang gagal dan ahkirnya dilakukan penunjukan langsung kepada pelaksana kegiatan.
“Tapi sekarang sudah berjalan, meskipun belum semuanya terealisasi,” ungkapnya terbata-bata kepada awak media, Selasa (15/12).
Ditanya masalah penyebab kegagal lelang hingga dua kali, Yudi berkelit. “Memang saya selaku PPK pengadaan mobil ambulans dan Alkes, tapi saya tidak semuanya mengetahui ini,” kilahnya bercampur aura gugup.
Melihat sederat kejanggalan demikian, Diki Syaviktory dari Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan DPRD Bengkulu Selatan terjun langsung melihat pekerjaan fisik dimaksud.
“Pembangunan gedung isolasi itu pakai uang negara. Jangan sampai terkesan asal jadi,” ujarnya.
Sampai menjelang berita ini diterbitkan, upaya meminta konfirmasi Kadis Kesehatan dan PPTK Dinas Kesehatan serta pihak berkompeten lainnya masih di upayakan.







