Wartainspirasi.com — Curah hujan yang menerjang Bumi Seganti Setungguan, mengakibatkan rumah warga yang bermukim di belakang kantor BPJS Lembayung kelurahan Bandar Agung kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat mengalami kebanjiran dengan ketinggian air mencapai 80 CM.
Terendamnya rumah-rumah warga dan kosan tersebut, diduga akibat banyaknya bangunan-bangunan baru, serta tersumbatnya sejumlah Siring Pembuangan Limbah (SPAL) yang menuju ke-Drainase, pada Sabtu (14/03/2026).
“Benar, dampak dari banjir dengan ketinggian air mencapai 80 CM yang melanda rumah warga dan kosan ini, mengakibatkan kendaraan seperti mobil serta motor tidak bisa melintas,” ujar Dep (38) warga Perumnas Tamba Lembayung, kelurahan Bandar Agung kecamatan Lahat saat dibincangi dilokasi.
Selain sejumlah rumah, dijelaskan Dep, air juga merendam kosan yang disimpang BPJS Lembayung kelurahan Bandar Agung kecamatan Lahat, sehingga, aktivitas warga dilokasi terhenti.
“Jangan kan aktivitas warga, kendaraan seperti mobil dan motor saja tidak bisa melintas. Karena, genangan air mencapai 80 CM kaki orang dewasa,” tambahnya.
Banjir seperti ini, diakui Dep, memang kerap melanda warga yang bermukim di Simpang BPJS Lembayung kelurahan Bandar Agung kecamatan Lahat. Namun, tidak separah seperti saat ini ketinggian air mencapai 80 CM, yang mengakibatkan aktivitas warga setempat mati total.
“Apalagi, saat hujan melanda Kabupaten Lahat sejak siang hingga malam hari. Dan, kalau saya perhatikan tahun 2026 ini cukup parah. Banjir yang merendam rumah dan kosan tersebut, kuat dugaan akibat bangunan, serta tersumbatnya siring-siring yang menuju ke-Drainase,” tegas Dep.
Menurutnya, saat ini bagi warga yang rumahnya terendam air maupun penghuni kosan yang digenangi air memilih untuk menumpang dirumah sanak saudara yang terdekat.
“Tidak seluruh meninggal rumah, ada yang masih menunggu, hingga air surut. Oleh karena itu, kami berharap kepada Pemerintahab Kabupaten (Pemkab) Lahat dapat segera mencarikan solusi agar air yang merendam rumah warga maupun kosan di Simpang BPJS Lembayung ini bisa segera surut, supaya kekhwatiran warga bisa terjawab,” tutupnya.
Dampak dari Banjir merendam rumah, mengharuskan kami tinggal sementara waktu dirumah sanak famili, yang tempatnya tidak jauh dari lokasi banjir.
“Kami berharap kedepan ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Lahat, agar bisa dapat segera diperiksa titik-titik Siring yang telah mengalami sumbat, sehingga, air tidak bisa mengalir seperti biasa,” ucap salah satu warga yang rumahnya terendam banjir.













