Wabup Barru Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch IV, Dorong Peserta Ciptakan Peluang Usaha

Wartainspirasi.com — Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari membuka secara resmi Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch 4 Tahun 2026 yang berlangsung di Baruga Singkeru Adae Rujab Bupati Barru, Kamis (3/9/2026)

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama Pemerintah Kabupaten Barru bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kabupaten Pangkep dan dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja, Kepala DPMDPPKB, Kepala DPTPHP, Kadis Koperasi, UMKM, para Camat, Lurah dan Desa, Pimpinan KOGABA (Kelompok Tani Kopi Gattareng Barru), Pimpinan CV Berkah Organik, para instruktur dan peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, Ashari Arifuddin, beserta jajaran dan para pelatih /instruktur atas dukungan serta komitmennya menghadirkan berbagai program pelatihan vokasi bagi masyarakat Kabupaten Barru.

Menurutnya, peluang pengembangan keterampilan vokasi di Barru sangat besar. Karena itu, setiap kesempatan pelatihan harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka jalan bagi masyarakat untuk mandiri secara ekonomi.

“Ijazah hanya mengantar kita ke dua tempat, yaitu tempat melamar pekerjaan dan tempat interview. Tetapi yang mengantar kita menuju kesuksesan adalah keterampilan dan kemampuan yang kita miliki,” ujarnya

Ia menegaskan bahwa pelatihan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial ataupun sekadar memperoleh sertifikat. Ilmu yang diperoleh harus benar-benar dipraktikkan dan dikembangkan menjadi aktivitas produktif.

“Yang pertama, ikuti pelatihannya, kemudian praktikkan. Kalau sudah dipraktikkan, ajarkan. Kemudian kalau ada yang gagal, tanyakan apa yang salah dan perbaiki. Siklus itulah yang akan membuat kita menjadi profesional,” tegasnya.

Lebih jauh, ia mengajak para peserta membangun pola pikir kewirausahaan dengan memaparkan berbagai peluang sukses melalui keterampilan yang diperoleh dalam program pelatihan, mulai dari digital marketing, tata rias, public speaking, smart farming, hingga pengolahan produk pangan.

Menurutnya, setiap keterampilan tersebut memiliki peluang ekonomi yang besar apabila dikembangkan secara optimal, inovatif, dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Ia juga mengingatkan peserta pelatihan public speaking agar terus memperluas wawasan melalui kebiasaan membaca.

“Tidak ada hari tanpa membaca. Orang yang mampu berbicara dengan baik biasanya memiliki pengetahuan yang luas. Mulailah dengan konsisten membaca, meskipun hanya 15 menit setiap hari,” pesannya.

Dihadapan peserta, Abustan secara khusus menyoroti besarnya potensi sumber daya lokal Kabupaten Barru yang belum seluruhnya memberikan nilai ekonomi maksimal bagi masyarakat.

Ia mendorong agar berbagai komoditas lokal tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Berbagai komoditas seperti bandeng, nenas, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, rebung, kolang-kaling, rumput laut hingga kopi, menurutnya, memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.

“Jangan hanya berpikir bagaimana menjual bahan mentah dengan harga murah. Kita harus berpikir bagaimana bahan itu bisa diolah menjadi produk yang nilainya berkali-kali lipat,” ujarnya.

Ia mencontohkan bandeng yang dapat dikembangkan menjadi bandeng presto, nenas menjadi selai dan sirup, ubi kayu menjadi berbagai produk pangan, hingga pengembangan dodol kacang tanah dan keripik rebung.

Menurutnya, keberanian berinovasi dan keluar dari kebiasaan menjadi salah satu kunci agar potensi lokal mampu memiliki daya saing.

“Yang harus kita cari adalah keunikan. Apa yang ada di Barru, apa yang menjadi ciri khas kita, kemudian dikembangkan, dikemas dengan baik dan dipasarkan. Itu yang akan menjadi kekuatan kita,” katanya.

Selain inovasi produk, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya kemasan, branding, pemasaran digital, legalitas hingga sertifikasi dalam meningkatkan daya saing produk.

Menurutnya, produk lokal tidak cukup hanya memiliki kualitas yang baik. Produk juga harus dikemas secara menarik, memiliki identitas yang kuat, serta memenuhi berbagai standar yang diperlukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, pelaku usaha, pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan produk-produk unggulan daerah.

Wakil Bupati juga mengingatkan para peserta agar tidak ragu memulai dan mengembangkan usaha, termasuk melalui kerja sama dan kelompok usaha.

Menurutnya, pelatihan harus menjadi titik awal lahirnya keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Jangan selalu berpikir sendiri. Kalau belum mampu memulai sendiri, bisa berkelompok. Yang penting berani memulai, terus belajar dan terus memperbaiki,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan harapan Bupati Barru agar seluruh peserta mengikuti dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch 4 Tahun 2026. Ia meyakini, keterampilan yang dipraktikkan dengan baik akan membuka peluang dan melahirkan usaha-usaha baru di Kabupaten Barru.

“Atas nama Ibu Bupati Barru, kami berharap pelatihan ini betul-betul dijalankan, diikuti dengan baik, dan yang terpenting adalah diimplementasikan. Jangan sampai ilmu yang diperoleh hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi harus menjadi keterampilan yang dapat memberikan manfaat dan membuka peluang usaha,” terangny

Sementara itu, Kepala BPVP Pangkep, Ashari Arifuddin,menegaskan bahwa Pelatihan Berbasis Kompetensi Batch IV di Kabupaten Barru diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi, kesempatan kerja, dan lahirnya wirausaha baru.

Pada pelaksanaan pelatihan kali ini, BPVP Pangkep mengintervensi sebanyak 160 peserta melalui berbagai bidang pelatihan, antara lain Digital Marketing, Merias Wajah, Public Speaking, Smart Farming, Coffee Bean Roasting, Pengolahan Sampah Organik, Teknik Las, Peracikan Minuman Kopi, serta Pembuatan Roti dan Kue.

Ashari berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga kompetensi yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk bekerja, memasuki dunia industri, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Ia juga membuka peluang pelaksanaan program pelatihan lanjutan di Kabupaten Barru serta mendorong pemanfaatan kerja sama dengan Kementerian Sosial untuk memberikan pelatihan dan dukungan peralatan bagi masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.

“Harapan kami, pelatihan ini benar-benar berdampak dan kompetensi yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk bekerja, berwirausaha, serta meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *