Penuh Makna, Jembrana Rayakan Puncak Hari Anak Nasional 2025

Wartainspirasi.com – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Kabupaten Jembrana berlangsung meriah dan penuh makna pada Jumat (1/8) di Ballroom Gedung Kesenian Bung Karno.

Mengusung tema lokal “Anvaya Loka Dharma” yang berarti generasi penerus penjaga alam sekitarnya, perayaan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas dan kepedulian terhadap isu sosial serta lingkungan.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat anak-anak dalam memeriahkan HAN.

Ia menegaskan bahwa pembangunan bangsa harus dimulai dari anak-anak yang sehat, cerdas, dan terlindungi.

“Pembangunan bangsa harus dimulai dari anak-anak yang sehat, cerdas, dan terlindungi,” ujar Wabup Ipat.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen untuk terus mendukung program yang berpihak pada pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Wabup Ipat berpesan kepada anak-anak Jembrana untuk memanfaatkan masa muda dengan kegiatan positif, seperti menggunakan fasilitas publik ramah anak dan perpustakaan daerah.

Ia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi anak-anak, seperti kekerasan, eksploitasi, pernikahan dini, serta penyalahgunaan teknologi.

“Anak hebat bukan hanya unggul di sekolah, tetapi juga tahu menjaga diri, menghormati sesama, dan mencegah kekerasan,” tutupnya.

Sebelum acara puncak, Forum Anak Daerah Kabupaten Jembrana telah melaksanakan program AKSARA (Aksi Sambut Hari Anak) yang menyasar sekolah dan masyarakat.

Program ini berfokus pada edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak, pornografi, penyalahgunaan NAPZA, judi online, pernikahan anak, hingga perundungan.

Beberapa sekolah dan panti asuhan menjadi lokasi kegiatan ini.

Selain itu, anak-anak juga terlibat dalam berbagai gerakan kreatif dan edukatif, di antaranya:

  • Donation for Do Nation: Donasi untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
  • 3 BER: Belajar, Bermain, dan Berkreasi.
  • ASTRO: Aksi Sehat Tanpa Rokok.
  • SENJA: Sharing Session Anak Jembrana.
  • SIMPATI: Platform Anti Toxic dan Cyberbullying.
  • Penanaman mangrove edisi AKSARA: Aksi peduli lingkungan di Desa Budeng.

Kepala Dinas PPPA PPKB Kabupaten Jembrana, Ni Kade Ari Sugianti, melaporkan bahwa hingga Juli 2025, tercatat 24 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jembrana.

Kasus-kasus tersebut meliputi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, kekerasan fisik, kriminalitas, dan penelantaran anak.

“Data ini menjadi peringatan bahwa upaya perlindungan anak belum optimal,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *