Baru Selesai, Proyek Jalan di Nias Senilai Rp. 329 Milyar Sudah Rusak

Wartainspirasi.com — Proyek ambisius pembangunan Jalan dan Jembatan Sirombu-Afulu yang digadang-gadang sebagai penghubung vital di Pulau Nias, Sumatera Utara, kini menjadi sorotan setelah mengalami kerusakan parah.

Kerusakan ini terjadi di beberapa titik, hanya selang beberapa waktu setelah proyek senilai Rp329 miliar ini rampung.

Kerusakan paling mencolok terjadi pada tiga titik, yaitu di kawasan Sungai Gide, Kecamatan Mandrehe Barat, serta di Kecamatan Tugala Oyo yang berbatasan dengan Kecamatan Afulu.

Material aspal hotmix dilaporkan mengelupas, sementara pra cetak box culvert jatuh ke dasar sungai, menyebabkan badan jalan amblas dan longsor.

Kerusakan juga meluas ke bangunan pendukung seperti bronjong dan Jembatan Oyo.

Seorang warga setempat, Arotona Zebua, mengungkapkan bahwa gejala kerusakan mulai terlihat sejak akhir Juli 2025 dan terus memburuk sepanjang Agustus.

Menurutnya, kerusakan ini mencurigakan karena proyek yang baru selesai dikerjakan seharusnya tidak langsung rusak jika dikerjakan sesuai spesifikasi.

“Saya berpendapat, jika pihak rekanan, pengawas, dan Pejabat Pembuat Komitmen taat pada spesifikasi yang direncanakan, pasti tidak akan terjadi kerusakan saat ini,” ujar Arotona.

Mewakili keresahan warga, Arotona meminta dua hal penting perbaikan segera oleh pihak rekanan dan penyelidikan oleh aparat penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Warga ini bahkan telah melaporkan dugaan penyimpangan proyek melalui Pemantau Keuangan Negara (PKN) di Jakarta, dengan harapan KPK segera melakukan investigasi di lapangan.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.6 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Regional III Provinsi Sumatera Utara, Koverman Zebua, mengakui kerusakan yang terjadi.

Ia menyatakan bahwa penyebabnya adalah curah hujan yang sangat tinggi, yang menyebabkan derasnya aliran sungai menyeret material beton pracetak.

“Kejadian rusaknya box culvert di tanggal 1 Agustus 2025, besoknya sudah dipasang barrier dan rambu darurat,” jelas Koverman melalui pesan singkat.

Koverman menambahkan bahwa perbaikan terus dilakukan, meskipun berjalan lambat karena keterbatasan sumber daya.

Pihaknya berjanji akan memperbaiki seluruh kerusakan melalui pihak rekanan, mengingat proyek ini masih dalam masa pemeliharaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *